Headline

Gubernur Bolehkan Salat Idulfitri Terbuka

Gubernur Kaltara Zainal Paliwang saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (10/5/2021). (Foto: Rizqy)
  • Kaltara Masuk Risiko Tinggi, tapi Penanganannya Terkendali

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pelaksanaan Salat Idulfitri 1442 Hijriah di tengah Pandemi Covid-19 telah diberikan kelonggaran oleh pemerintah untuk tetap dilaksanakan di masjid atau di lapangan. Namun, tidak semua daerah diizinkan, melainkan hanya yang memiliki status dengan risiko rendah atau aman dari Covid-19.

Hal itu ditandai dengan penetapan Satgas Covid-19, yakni zona hijau dan zona kuning (daerah aman). Sedangkan zona merah dan zona oranye adalah daerah risiko tinggi, sehingga dianjurkan untuk melaksanakan Salat Idulfitri di rumah masing-masing.

Hal itu tertuang dalam panduan penyelenggaraan Salat Idulfitri di tengah Pandemi Covid-19, berdasarkan Surat Edaran Menteri Agama Nomor 07 Tahun 2021. Menyikapi hal itu, Gubernur Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang mengatakan, paparan Corona di Kaltara cukup terkendali. Sehingga, pelaksanaan Salat Idulfitri dapat dilaksanakan di tempat ibadah atau di lapangan terbuka. Namun wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

“Yang penting pelaksanaan (Salat Idulfitri) itu tetap mengikuti protokol kesehatan. Karena di Kaltara memang bukan daerah (zona) merah. Artinya dari 34 provinsi (di Indonesia), Kaltara ini urutan ke-32 masalah penyebaran covid. Itu termasuk bagus,” kata Zainal saat dikonfirmasi Koran Kaltara, Senin (10/5/2021).

Seperti diketahui, berdasarkan data Satgas Covid-19, empat kabupaten dan satu kota di Kaltara berada pada zona oranye selama satu pekan terakhir. Meski, berdasarkan keterangan Dinas Kesehatan Kaltara, zonasi berdasarkan penetapan Satgas di tingkat kabupaten/kota, masih banyak wilayah Kaltara dalam kategori aman. Yaitu, zona kuning dan zona hijau, per kecamatan atau desa/kelurahan.

“Dan kita juga sudah melaksanakan penyekatan-penyekatan antarkabupaten, antarkecamatan juga ada, antardesa juga ada,” ungkap gubernur yang menegaskan bahwa Kaltara cukup aman untuk melaksanakan Salat Idulfitri.

Adapun terhadap wilayah yang menurut data Satgas berisiko tinggi, pemerintah mempertimbangkan pelaksanaan Salat secara berjamaah. Namun, lanjut Zainal Paliwang, pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus Corona serta melakukan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19.

“Nanti kita koordinasi dengan Satgas. Selalu koordinasi dengan Satgas penanggulangan covid, apakah bisa dilaksanakan (Salat Idulfitri berjamaah) atau tidak. Kalau bisa, maka Prokes (protokol kesehatan) harus ditaati,” tegasnya.

Pasalnya, menurut gubernur, masih banyak masyarakat yang tidak taat protokol kesehatan. Misalnya, penggunaan masker belum diterapkan secara maksimal, bahkan saat berada di tempat-tempat umum.

“Saya beberapa kali keliling, masih banyak masyarakat tidak menggunakan masker. Termasuk di masjid, beberapa kali saya salat, melihat ada yang tidak menggunakan masker. Ini harus jadi perhatian, karena Covid-19 sangat berbahaya dan cepat proses (penularannya),” tambahnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid

Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah