Ekonomi Bisnis

Gerakan Pangan Lokal, “Beras Kaltara” Laku Sampai 6 Ton Per Bulan

Tampilan beras lokal merek Beras Kaltara di ajang pameran. (Foto: Agung)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara– Gerakan pangan lokal menjadi salah satu agenda pembangunan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara, Zainal Arifin Paliwang – Yansen Tipa Padan.

Melalui program tersebut, gubernur dan wakilnya ingin memberdayakan pengembangan produk pangan asli Kaltara, baik dari sisi produksi hingga konsumsi.

Produk pangan lokal yang sedang naik daun adalah beras. Salah satunya dengan merk “Beras Kaltara”.

Beras merk ini memiliki tampilan yang cukup menarik. Kemasan didominasi warna hijau dan tulisan berwarna kuning. Lengkap dengan gambar Burung Enggang, ikon provinsi yang tahun ini berusia sembilan tahun.

Pemilik usaha merk Beras Kaltara, Ismail mengatakan, dia mampu menjual 5 sampai 6 ton setiap bulan. Angka tersebut  masuk kriteria memuaskan untuk sementara ini.

“Kalau untuk penjualan, Alhamdulillah, tanggapan dari masyarakat bagus,” ujar Ismail baru-baru ini.

Dia meyakinkan jika Beras Kaltara adalah produk berkualitas, bebas dari bahan pengawet, pemutih dan pewarna. “Alhamdulillah, produk kita alami, sehat,” ujar pria berusia 26 tahun tersebut.

Seluruh dokumen perizinan juga telah dilengkapi. Produk Beras Kaltara juga telah tercantum dalam Online Submission Single (OSS).

“Merk kita mulai pakai 2019. Alhamdulillah segala izinnya sudah kita urus,” kata Ismail.

Jangkauan pemasaran produknya masih diseputaran Kabupaten Bulungan. Dalam waktu dekat, ia merencanakan merambah daerah lain di Kaltara.

“Sementara masih di Bulungan, ke depan kita coba masuk ke daerah lain di Kaltara dulu,” jelasnya.

Produk Beras Kaltara mengambil bahan baku dari petani sekitar, antara lain di Sajau Hilir, Tanjung Palas Utara dan Satuan Pemukiman (SP) Tanjung Buka.

“Kita juga ada ambil dari desa-desa lain. Tapi paling banyak untuk sekarang di Sajau Hilir,” paparnya.

Satu kemasan beras dijual Rp65 ribu dengan ukuran 5 kilogram. “Bagi yang mau beli bisa di Toko Sahi Jaya Mandiri. Di Jalan H. Maskur, depan Vihara,” ujarnya.

Setiap beras yang laku terjual, akan didonasikan 0,5 persen untuk kemanusiaan. “Jadi selain membantu petani, kita juga bisa membantu saudara kita yang membutuhkan, khususnya di Kaltara ini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Didik