Nunukan

Gara-gara Hoax, Rumah Pj Direktur RSP Sebuku ‘Banjir’ Lamaran Kerja

Pj. Direktur RSP Sebuku, dr. Syaifuddin Noor.

NUNUKAN, Koran Kaltara – Sejak beberapa hari lalu, Penangungjawab (Pj) Direktur Rumah Sakit Pratama (RSP) Sebuku, dr. Syaifuddin Noor dibikin bingung, lantaran banyak lamaran pekerjaan yang diantar ke rumahnya.

Setelah diusut, Syaifuddin mengungkapkan hal ini dikarenakan ada pesan berantai yang diteruskan berkali-kali melalui media sosial dan WhatsApp yang menyebutkan, ada lowongan pekerjaan di Rumah Sakit Pratama Sebuku untuk lulusan perawat dan kebidanan D3 atau S1 (STR), dikhususkan untuk putra putri daerah.

Menurut dia, dalam pesan itu juga menyebutkan pengantaran surat lamaran langsung ke Direktur RSP (dr. Syaifuddin Noor) di SP 1 Desa Sanur, Perumahan Puskemas Sanur SP 1.

“Makanya saya bingung, pantesan surat lamaran banyak datang ke rumah karena informasi ini. Setahu saya, belum ada rekrutan staf, karena kondisi keuangan pemda juga belum tersedia,” ungkapnya kepada Koran Kaltara, Senin (25/10/2021).

Menurut dia, apabila ada lowongan pekerjaan, maka dirinya sebagai penanggungjawab pasti mengetahuinya.

Terlebih lagi, rekrutan staf di RSP Sebuku, mesti melalui proses yang berlaku dan semua proses itu di Dinkes Nunukan.

“Saya sendiri saja belum tahu ada rekrutmen. Saya juga tidak tahu chat itu dari mana? Mungkin di grup-group WhatsApp, ada yang iseng,  atau ada yang keliru menerjemahkan instruksi Pak Wagub saat Kunker di RSP Sebuku, beberapa minggu lalu,” kata dia.

Akibat informasi tidak jelas itu, dia mengatakan ada puluhan berkas lamaran pekerjaan di rumahnya.

“Kasihan masyarakat yang sudah mengantar lamaran ini, berharap diterima. Padahal tidak ada. Belum lagi mereka mengeluarkan biaya untuk membuat lamaran itu,” jelasnya.

Dia menegaskan saat ini pelayanan di RS Pratama Sebuka sudah beroperasi secara bertahap, meskipun pelayanan UGD dan poli hingga jam 12 siang.

“Memang ada beberapa hambatan kita. Salah satunya untuk buka rawat inap, tapi air bersih yang belum tersedia. Begitu juga dengan ATK yang belum tersedia,” ungkapnya.

Namun, pihaknya akan mengupayakan pengadaan sumur bor dan memperbaiki penampungan air yang ada.

“Kalau PDAM, jaringannya kan belum tersedia di sini. Kalau untuk listrik aman sudah, karena tiga minggu lalu, Dinkes Nunukan menambah wattnya sebesar 41.500 watt,” kata dia. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment