Nunukan

Gadis ABG Asal Malaysia Ditahan Imigrasi

Nugraha Agustian Syahputra
NUNUKAN, Koran Kaltara - Niat untuk berkunjung di Pulau Nunukan, seorang gadis di bawah umur  asal  Malaysia malah ditahan di ruang detensi Imigrasi Nunukan. Sebab,  gadis bernama Dave Delferra Balasius (14) ini masuk ke Indonesia tanpa dilengkapi dokumen resmi. Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian (Lalintalkim) Imigrasi Nunukan Nugraha Agustian Syahputra mengatakan,  Dave…

NUNUKAN, Koran Kaltara – Niat untuk berkunjung di Pulau Nunukan, seorang gadis di bawah umur  asal  Malaysia malah ditahan di ruang detensi Imigrasi Nunukan. Sebab,  gadis bernama Dave Delferra Balasius (14) ini masuk ke Indonesia tanpa dilengkapi dokumen resmi.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian (Lalintalkim) Imigrasi Nunukan Nugraha Agustian Syahputra mengatakan,  Dave diamankan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Tunon Taka, Polres Nunukan pada Jumat (14/12) lalu.  Dan, Sabtu (15/12), Dave  diserahkan ke Imigrasi untuk menunggu proses lanjutan.

“Jadi hanya IC Malaysia dia gunakan. Saat ditanya apakah mengerti aturan,  dia juga tidak tahu,” jelasnya kepada Koran Kaltara, Rabu (19/12/2018).

Dia menyampaikan bahwa Dave tinggal di kampung Ambual, Keningau Sabah negara bagian Malaysia. Dave ke Nunukan hanya sekedar ingin berkunjung atas ajakan teman yang diduga seorang pria.

“Katanya dia diajak teman yang merupakan warga negara Indonesia. Dia kan, tidak mengerti aturan jadi ikut saja ajakannya,” ungkap dia.

Sejauh ini, kata dia, kedua orang tua Deva juga tak mengetahui kalau anaknya berkunjung ke Indonesia. Sehingga saat tiba di Nunukan,  gadis tersebut tak bisa menunjukan identitasnya dan langsung diamankan pihak kepolisian. Karena masih di bawah umur, pihaknya langsung berkomunikasi dengan orangtuanya agar mendampingi anaknya di Nunukan.

“Kita sudah bersurat ke Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak dan memberitahukan ada warganya yang diamankan terlibat keimigrasian. Kita juga meminta agar proses pemulangan di percepat,  karena gadis ini masih dibawa umur,” kata dia.

Hingga saat ini, kata dia, pihaknya masih menunggu balasan dari Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak untuk segera di deportasi.

“Nanti akan dibuatkan dokumen atau seperti paspor untuk sekali jalan. Jadi kita belum tahu, kapan akan dipulangkan. Tapi kita harapkan secepat mungkin,”  pungkas dia. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 20 Desember 2018