Kesehatan

Flu Hingga Diare, Waspada Enam Penyakit Saat Musim Hujan

dr. H. Andi Bintang

NUNUKAN, Koran Kaltara – Saat ini, Kabupaten Nunukan telah memasuki musim penghujan. Beberapa penyakit cenderung mudah menular saat musim hujan, apalagi menimbulkan banjir.

Oleh karena itu, masyarakat harus ekstra menjaga sistem kekebalan tubuh agar terhindar dari penyakit yang mengintai saat musim hujan bersama banjir.

Dokter di RSUD Nunukan, dr. H. Andi Bintang mengungkapkan, ada enam jenis penyakit yang perlu di waspadai saat musim hujan.

Influenza
Influenza atau virus flu dapat dengan mudah menyebar melalui udara atau air ludah. Penyakit yang disebabkan oleh virus influenza A,B atau C ini dapat menyebar melalui batuk, bersin atau hanya sentuhan pada benda yang sudah terkontaminasi oleh penderita flu.

Untuk mencegah agar terhindar dari penyakit flu, perkuat sistem imun dengan mengonsumsi makanan bergizi secara teratur dan rutin, menjaga gaya hidup sehat dan istirahat yang cukup.

Deman Berdarah
Demam berdarah dengue (DBD), disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Gejala DBD, bisa mengalami muntah secara terus menerus, pendarahan pada hidung dan gusi, nyeri perut, cepat lelah hingga sulit bernafas dan syok.

Pencegahan DBD adalah dengan upaya 3 M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan dan memanfaatkan kembali limbah barang bekas yang bernilai ekonomis.

Lalu plusnya menggunakan obat anti nyamuk, gotong royong membersihkan lingkungan, memperbaiki saluran air yang tidak lancar dan lainnya.

Tipes
Tipes, disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhi dan menyebar lewat makanan yang terkontaminasi. Seseorang yang mengidap penyakit ini mengalami beragam gejala. Seperti demam, sakit kepala, sakit perut, konstipasi atau diare.

Pencegahan penyakit tipes dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

Diare
Penyakit diare yang umumnya disebabkan karena konsumsi makanan yang telah terkontaminasi virus, parasit atau bakteri.

Untuk penyakit diare, cara mencegahnya seperti memisahkan makanan mentah dari yang matang, mencuci tangan sebelum makan, mengutamakan makanan dari bahan makanan segar dan menjaga kebersihan kuku jika memiliki kuku panjang.

“Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan gejala encernya feses yang dikeluarkan dan frekuensi buang air besar lebih sering dari biasanya,” ujar dr. Andi Bintang kepada korankaltara.com, Kamis (22/10/2020).

Leptospirosis
Leptospirosis atau kencing tikus; penyakit ini di sebabkan infeksi bakteri Leptospira. Dalam banyak kasus sering disebarkan oleh hewan, seperti tikus, sapi, anjing dan babi. Bakterinya bisa disebarkan lewat urine atau darah dari hewan yang terinfeksi.

Untuk gejalanya, seperti demam, nyeri otot, batuk kering, mual, muntah, diare, menggigil kedinginan dan sakit kepala.

Malaria
Penyakit ini berbahaya akibat infeksi parasit plasmodium yang menular melalui gigitan nyamuk Anopheles.

“Untuk kencing tikus, jaga kebersihan lingkungan, mandi setelah kena banjir dan hindari air yang sudah terkontaminasi dan pastikan kebersihan air sebelum dikonsumsi. Pencegahan penyakit malaria, yakni dengan menghindari gigitan nyamuk. Seperti menutup kulit dengan baju dan celana panjang dan tidur dengan berkelambu,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sabri
Editor: Didik

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah

About the author

Avatar

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment