Nunukan

Enam Kecamatan di Nunukan Zero Kasus Aktif

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nunukan Aris Suyono

NUNUKAN, Koran Kaltara – Penularan kasus Covid-19 di Kabupaten Nunukan mengalami penurunan. Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 Nunukan,  ada 6 kecamatan di Kabupaten Nunukan sudah zero kasus aktif.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono menyampaikan apabila melihat peta zona wilayah Kabupaten Nunukan, semuanya sudah menunjukan warna kuning. Bahkan ada tiga kecamatan sudah warna hijau atau tidak terdampak.

“Untuk tiga kecamatan tidak terdampak yakni Lumbis Pansiangan, Krayan Selatan dan Krayan Tengah. Sisanya, semuanya risiko rendah atau zona kuning,” jelasnya kepada Koran Kaltara, Jumat (24/9/2021).

Dia menyampaikan enam kecamatan yang dinyatakan zero kasus aktif, diantaranya Kecamatan Lumbis mencapai 137 kasus konfirmasi dan sembuh 127 kasus serta 5 kasus meninggal dunia.

Kemudian Lumbis Pansiangan, kasus terakhir 38 kasus dan sembuh semuanya. Selain itu, Lumbis Ogong dari 32 kasus terakhir, sebanyak 31 kasus dinyatakan sembu dan 1 kasus meninggal.

Kecamatan Sembakung Atulai dari 27 kasus,  sebanyak 25 kasus dinyatakan sembuh serta 2 kasus meninggal. Krayan Selatan dari satu kasus dan sudah dinyatakan sembuh.

“Untuk kecamatan Tengah itu sampai saat ini belum ada kasus aktif ditemukan sejak pandemi Covid masuk,” ujarnya.

Secara akumulasi, kata dia, kasus Covid yang masih aktif dan menjalani perawatan berjumlah 188 kasus. Dimana, 6 kasus diantaranya di rawat RSUD Nunukan. Sisanya menjalani isolasi mandiri.

“Kalau melihat data, perkembanganya mulai membaik. Kalau ada penambahan kasus aktif, tidak terlalu banyak, hanya beberapa saja,” jelasnya.Dia menjelaskan, sampai minggu ke-38 tahun 2021, kasus konfirmasi di Kabupaten Nunukan sudah mencapai 6.026 kasus dan 5.707 kasus dinyatakan sembuh atau 94,71 persen.

“Kita juga mencatat ada sekitar 131 kasus atau 2,17 persen kasus kematian di Kabupaten Nunukan. Rata-rata pasien meninggal ini berusia lanjut dan memiliki komorbid,” pungkasnya.

Meski mulai membaik, Aris meminta masyarakat tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan. Karena, penularan bisa saja kembali meningkat jika tidak ada protokol kesehatan.

“Karena penularan masih terjadi di lapangan. Sangat dinamis. Bahkan bisa meningkat kembali,” tuturnya. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin 

 

TOPIK TERKAIT:

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, 4 Kecamatan Belum Diizinkan PTM

Kasus Covid-19 di Apau Kayan Berhasil Dikendalikan 

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment