Hukum Kriminal

Empat Bulan, 968 Kasus Diselesaikan di PN Tanjung Selor

PERSIDANGAN : Beberapa kasus yang telah diselesaikan melalui persidangan oleh PN Tanjung Selor. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Sesuai data yang dirilis Pengadilan Negeri (PN) Tanjung Selor, sejak Januari hingga April 2020, ada sebanyak 968 kasus sudah diminutasi atau diarsipkan. Itu artinya, perkara kasus itu sudah diselesaikan oleh pihak PN. Baik dari upaya negosiasi maupun melalui vonis di persidangan.

Kepala PN Tanjung Selor Benny Sudarsono mengungkapkan, dari sekian banyak kasus yang diselesaikan tersebut, perkara lalu lintas berada paling puncak. Dengan jumlah 883 kasus. Kemudian disusul dengan kasus narkoba dengan jumlah 32 kasus.

“Tapi rata-rata kalau perkara lalu lintas, itu dikenakan denda saja bagi si pelanggar. Beda kalau kasus-kasus seperti pencurian atau narkoba, itu ada vonis terhadap narapidananya,” kata Benny kepada Koran Kaltara, Kamis (28/5/2020).

Selain kasus perkara lalu lintas dan narkotika yang cukup tinggi, kasus pencurian yang diselesaikan juga mengalami peningkatan. Sejak Januari hingga April 2020, kasus pencurian yang sudah diselesaikan pihaknya sebanyak 22 kasus. Itu artinya, kasus pencurian yang terjadi di Bulungan ini wajib di waspadai lantaran masih kerap terjadi.

“Tapi kalau untuk jumlah pelakunya, kita gak tau jumlahnya. Karena kalau kasus-kasus seperti itu (pencurian) kita tidak pernah data siapa-siapa dan jumlah pelakunya. Hanya yang kita data itu, jumlah kasus yang sudah kita selesaikan dan kita arsipkan. Tetapi prediksi kita juga, mungkin jumlahnya (narapidana) sampai puluhan juga,” jelasnya.

Lanjut Beny, kasus yang cukup mencuri perhatian adalah kasus perlindungan terhadap anak dengan jumlah kasus sebanyak 13. Di mana, beberapa kasus yang diselesaikan oleh pihaknya juga melibatkan anak yang masih dibawah umur. Memang selama ini, pihak kepolisian kerap mengedepankan upaya diversi untuk kasus yang melibatkan anak dibawah umur, namun jumlah kasus yang diselesaikan pihaknya juga cukup tinggi.

“Karena beberapa kasus yang kita selesaikan, juga ternyata melibatkan anak yang masih dibawah umur. Anak dibawah umur yang sudah berurusan dengan hukum, tentu akan sangat menganggu psikologi si anak itu sendiri. Makanya kita minta, peran dari orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anaknya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Eddy Nugroho 

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah