Ekspor Langsung dari Pelabuhan Malundung Tekan Biaya Logistik
Pemeriksaan kontainer berisi hasil perikanan Kaltara yang akan diekspor ke luar negeri. (Sofyan/KoranKaltara)
TARAKAN, Koran Kaltara – Keberadaan Pelabuhan Malundung sebagai pelabuhan bertaraf internasional menjadi peluang strategis bagi Kalimantan Utara untuk melakukan ekspor langsung ke negara tujuan tanpa harus transit di pelabuhan lain. Skema direct export ini dinilai mampu memangkas biaya transaksi sekaligus meningkatkan daya saing produk daerah.
Kepala Karantina Kalimantan Utara, Ichi Langlang Buana Machmud, mengatakan ekspor langsung merupakan instrumen penting dalam menekan biaya logistik yang selama ini menjadi beban pelaku usaha. Hal tersebut disampaikannya kepada awak media, Jumat (6/2/2026).
Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan koordinasi lintas sektor, salah satunya dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Tarakan, guna membahas langkah konkret mendukung kelancaran ekspor langsung dari wilayah Kaltara.
Upaya tersebut menjadi bagian dari program akselerasi ekspor produk unggulan daerah yang tengah digencarkan oleh Badan Karantina. Fokus utamanya adalah memfasilitasi komoditas lokal agar dapat dikirim ke mancanegara langsung dari pelabuhan di Kaltara tanpa melalui proses transit di provinsi lain.
“Ekspor langsung dipandang sebagai instrumen vital dalam menekan biaya transaksi. Dengan memangkas jalur distribusi, para pelaku usaha dapat menghemat biaya logistik, memperpendek waktu pengiriman, serta menghilangkan biaya administrasi tambahan yang kerap muncul di pelabuhan transit”, terangnya.
Menurut Ichi, efisiensi biaya operasional tersebut diharapkan berdampak langsung pada peningkatan margin keuntungan pelaku usaha sekaligus menciptakan harga produk yang lebih kompetitif di pasar internasional.
Lebih lanjut, ia menegaskan akselerasi ekspor tidak hanya berfokus pada aspek logistik, tetapi juga pada peningkatan standar mutu produk melalui penguatan layanan karantina serta pendampingan teknis kepada eksportir.
“Kami fokus pada percepatan proses sertifikasi karantina, agar setiap komoditas memenuhi standar dan persyaratan teknis negara tujuan secara cepat,” ungkapnya.
Ia pun menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi guna memastikan kesiapan infrastruktur dan prosedur di lapangan. Dengan dukungan tersebut, diharapkan semakin banyak pelaku usaha lokal terdorong untuk memperluas jangkauan pasar ekspor.
”Dengan ekspor langsung dari Kalimantan Utara, kami berharap produk unggulan daerah dapat lebih kompetitif di kancah global. Biaya logistik yang ditekan akan mendorong pelaku usaha untuk terus mengembangkan sayap ke pasar ekspor yang lebih luas,” urainya.
Program ini diharapkan mampu memicu optimisme terhadap peningkatan volume dan nilai ekspor daerah, seiring dengan optimalisasi layanan dan dukungan berkelanjutan bagi para pelaku usaha di Kalimantan Utara. (*)
Reporter : Sofyan
Editor : Nurul Mujib Lamunsari
BERITA TERKAIT
Berita terkait tidak ditemukan!