Headline

Ekspor Kaltara Catat Kinerja Positif

Sektor pertambangan menjadi komoditas ekspor paling berkontribusi di Kaltara.  (Foto: Dok/Koran Kaltara)
  • Semester I 2021 Naik 23,44 Persen

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Ekspor Kalimantan Utara melalui pelabuhan di dalam daerah, menunjukkan kinerja positif di semester I tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara mencatat, ekspor kategori ini naik 23,44 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Dari rilis yang diterima Koran Kaltara, Senin (2/8/2021), nominal ekspor Kaltara melalui pelabuhan di dalam daerah sebesar USD582,48 juta. Angka ini setara dengan Rp8,42 triliun (Mengacu Kurs Tengah BI 2/8 : Rp14.461). Dari tiga kelompok komoditi ekspor, seluruhnya tercatat mengalami pertumbuhan yang positif.

Kinerja ekspor tertinggi ada di kelompok hasil pertanian. Nominalnya mencapai USD13,54 juta (Rp195,80 miliar), sektor ini mampu tumbuh hingga 87,51 persen. Kinerja tertinggi kedua ada di kelompok hasil industri yang naik 33,59 persen.

Terakhir, kelompok hasil tambang dengan pertumbuhan positif 20,97 persen, atau dari USD410,21 juta (Rp5,93 triliun) menjadi USD496,22 juta (Rp7,17 triliun). Kendati ada di posisi terakhir, kelompok hasil tambang masih mendominasi nominal ekspor Kaltara secara akumulatif. Sektor ini memberi kontribusi lebih dari 80 persen.

Komoditas ekspor Kaltara tidak hanya dikirim melalui pelabuhan di dalam daerah. BPS mencatat ada tiga pelabuhan utama di luar daerah yang kerap menjadi lokasi pengiriman. Yakni pelabuhan di DKI Jakarta, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

Ekspor komoditi asal Kaltara melalui pelabuhan di DKI Jakarta naik 13,64 persen. Yaitu dari USD1,71 juta (Rp24,72 miliar) menjadi USD1,94 juta (Rp28,05 miliar). Selanjutnya di Jawa Timur, ekspor Kaltara mengalami penurunan 7,08 persen. Atau dari USD62,69 juta (Rp906,56 miliar) menjadi USD58,25 juta (Rp842,35 miliar).

Kondisi penurunan juga terjadi pada ekspor komoditi Kaltara melalui pelabuhan di Sulawesi Selatan. Dimana terjadi penurunan sebesar 5,21 persen. Atau dari USD4,42 juta (Rp63,91 miliar) menjadi USD4,19 juta (Rp60,59 miliar).

Ekspor Kaltara melalui pelabuhan-pelabuhan lain di luar daerah naik 177,72 persen. Nilainya dari USD0,12 juta (Rp1,73 miliar) menjadi USD0,34 juta (Rp4,91 miliar). Namun, secara akumulatif, terjadi penurunan sebesar 6,11 persen. Yakni dari USD68,94 juta (Rp996,94 miliar) menjadi USD64,73 juta (Rp936,06 miliar).

Berdasarkan negara tujuan, diketahui ada 8 negara tujuan utama ekspor Kaltara. Yakni ke China dengan nominal USD226,47 juta (Rp3,27 triliun), ke Filiphina dengan nominal USD75,07 juta (Rp1,08 triliun) dan ke Malaysia dengan nominal USD91,11 juta (Rp1,31 triliun).

Selanjutnya, ekspor ke Taiwan dengan nominal USD26,64 juta (Rp385,24 miliar), ke Thailand sebesar USD24,49 juta (Rp354,14 miliar) dan ke Jepang sebesar USD27,38 juta (Rp395,94 miliar). Kaltara juga melakukan ekspor ke India senilai USD76,37 juta (Rp1,10 triliun) dan ke Hongkong sebesar USD4,39 juta (Rp63,48 miliar).

Selain itu, ada juga sejumlah negara lain yang menjadi negara tujuan ekspor Kaltara. Pada semester I tahun ini, nominalnya mencapai USD55,22 juta (Rp798,53 miliar). Terjadi penurunan 62,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan nominal USD145,55 juta (Rp2,10 triliun).

Kenaikan kinerja ekspor turut berpengaruh terhadap naiknya kondisi neraca perdagangan luar negeri Kaltara. Pada semester I tahun ini, neraca perdagangan luar negeri Surplus USD574,35 juta (Rp8,30 triliun). Ini menandakan kinerja ekspor lebih besar USD574,35 juta (Rp8,30 triliun) dibandingkan impor yang masuk. Dibandingkan tahun lalu, surplus neraca perdagangan naik USD110,36 juta (Rp1,60 triliun).

Kepala BPS Kaltara, Tina Wahyufitri mengatakan, ekspor Kaltara tetap tumbuh positif di masa pandemi tahun ini. Hal itu disebabkan karena seluruh komoditas non-migas di Kaltara memberi kontribusi dominan. Dibandingkan tahun 2020, ada kenaikan ekspor mencapai 81,66 persen.

“Hasil industri juga mengalami peningkatan sebesar 16,11 persen. Hal ini karena pada tahun 2021, sudah mulai dibuka pelabuhan ekspor di Nunukan, utamanya untuk ke Negara Malaysia,” kata Tina.

Kontribusi batu bara masih sangat dominan dalam mempengaruhi pertumbuhan ekspor Kaltara. Hal ini disebabkan kuantitas komoditi yang dihasilkan. Selain itu juga dipengaruhi fluktuasi harga yang cukup baik di semester I 2021. “Kontribusi batu bara masih sangat mempengaruhi pertumbuhan ekspor Kaltara. Karena ekspor kita kan didominasi oleh komoditi tersebut,” paparnya.

Mengenai ekspor kelompok hasil pertanian yang mengalami peningkatan paling tinggi, dikatakan Tina dipengaruhi lima komoditi. Namun mayoritas berasal dari sub kelompok perikanan. Ada lima komoditi yang mendominasi ekspor kelompok ini.  “Komoditi ekspor hasil pertanian yang dominan adalah kepiting, ikan laut, udang dan mangrove,” jelasnya.(*)

Reporter: Agung Riyanto
Editor: Nurul Lamunsari