Headline

Efek La Nina, Tarakan Cuaca Ekstrem

Prakirawan BMKG Tarakan melakukan pengecekan alat untuk mengetahui kondisi cuaca (Istimewa)   

TARAKAN, Koran Kaltara – Hujan disertai angin kencang di Kota Tarakan, Senin (26/10/2020) malam, menumbangkan puluhan pohon. Laju angin juga  menyebabkan atap rumah warga rusak. Fenomena alam ini dikaitkan dengan efek La Nina yang akan mencapai puncaknya dalam waktu dekat, bahkan diprediksi berlangsung hingga beberapa bulan ke depan.

Setiap daerah memiliki dampak yang berbeda, termasuk di Tarakan yang sempat mengalami cuaca ekstrem. Anomaly tersebut terjadi karena adanya penurunan suhu air laut di Samudera Pasifik di bawah suhu rata-rata. Akibatnya, suhu permukaan laut pada bagian timur dan barat Samudera Pasifik meningkat lebih tinggi dari biasanya.

Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Tarakan, Wiliam Sinaga menjelaskan, La Nina berskala global berdampak ke wilayah di Indonesia, termasuk Kalimantan Utara. La Nina turut berkontribusi meningkatkan curah hujan di Indonesia.

Secara teknis, bisa dianalisis terjadinya hujan lebat dan angin kencang, berdasarkan pantauan BMKG Tarakan dengan menggunakan hasil citra satelit dan radar. Pada Senin malam (26/10/2020) terjadi belokan angin di Tarakan. Kecepatan angin yang tinggi menyebabkan munculnya awan konvektif atau yang sering disebut Cumulus Nimbus atau awan CB.

“Awan CB tumbuh menjulang tinggi dan terus bergerak hingga melewati Tarakan. Pada saat itu lah terjadi angin kencang disertai hujan lebat dan kilat. Kami mencatat kecepatan angin paling tinggi terjadi pada Pukul 19.14 Wita dengan kecepatan mencapai 25,6 knot atau setara dengan 47 kilometer per jam,” ungkap Wiliam, saat dihubungi Koran Kaltara melalui sambungan telepon, Selasa (27/10/2020).

Dari pantauan alat yang dimiliki BMKG Tarakan, kecepatan angin selama 20 menit di atas 20 knot. Sedangkan kriteria cuaca ekstrem, jika kecepatannya  di atas 25 knot seperti yang terjadi pada Senin malam.

Efek La Nina secara global berdampak pada wilayah tanpa batasan negara. Namun kondisinya juga dipengaruhi oleh kondisi daerah secara regional. Misalnya di Kalimantan, cuaca ekstrem yang terjadi tidak serta-merta menyebabkan Nunukan, Malinau, dan sekitarnya juga mengalami hal yang sama.

“Kita terus mengedukasi masyarakat jangan sampai memiliki persepsi bahwa La Nina ini menakutkan dan mengerikan. Apalagi fenomena hujan lebat dan angin kencang di Tarakan sering terjadi. Meskipun demikian, kita tetap harus waspada karena dampaknya bisa merugikan. Kita bisa mengurangi risiko dengan memangkas pohon berdaun lebat, rumah-rumah yang atapnya dari seng diperkuat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa
Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah