Hukum Kriminal

Edarkan Sabu, Suami Istri di Tarakan Ditangkap Polisi

Barang bukti sabu yang disita polisi. (Foto: Sahida)

TARAKAN, Koran Kaltara – Terjebak dengan pembeli yang ternyata polisi, dua pengedar sabu berinisial RS dan NS diamankan Sat Reskoba Polres Tarakan sekira pukul 12.53 Wita 24 Oktober lalu.

Keduanya diamankan di Jalan P Aji Iskandar, RT 12 Kelurahan Juata Laut dengan barang bukti sabu tiga bungkus sabu.

Kapolres Tarakan AKBP Fillol Praja Arthadira melalui Kasat Reskoba AKP Muhammad Musni menuturkan, awalnya ia mendapatkan informasi RS dan NS kerap menjual sabu di wilayah Kelurahan Juata Laut. Tim langsung mengembangkan informasi ini dengan berpura-pura sebagai pembeli.

“Pukul 12.52 Wita, RS datang bawa sabu atas perintah NS. Waktu datang membawa sabu itu, RS langsung kami amankan,” kata Musni, dikonfirmasi Selasa (10/11/2020).

RS pun langsung digelandang untuk dikembangkan ke arah NS, hingga akhirnya NS bisa diamankan dan langsung dilakukan penggeledahan di rumah NS ini dengan disaksikan ketua RT setempat. Di rumah NS ini, ditemukan tiga bungkus plastik bening berisi sabu.

“Saya langsung ikut waktu penangkapan itu dan ternyata ada lagi orang di atas RS dan NS. Kita kembangkan kembali hingga sampai ke seorang wanita berinisial SL,” ungkapnya.

Tim Opsnal Sat Reskoba Polres Tarakan pun langsung melakukan pengembangan ke rumah SL di Jalan Kepiting, RT 03 Kelurahan Juata Laut, Kecamatan Tarakan Utara. Empat bungkus sabu kembali ditemukan di rumah SL ini.

Saat penangkapan, SL sempat membantah sebagai pemilik sabu yang didapat polisi dari RS dan NS. Namun, ia tidak berkutik saat dilakukan penggeledahan di rumahnya, polisi mendapatkan sabu di dalam lemari dekat dapur.

“Sebenarnya, kami tidak butuh pengakuan. Ya kami temukan sabu ini di rumahnya. Kemudian sabu yang ada di tangan RS dan NS pun didapatkan langsung dari SL. Waktu menyerahkan kedua orang ini, SL juga tahu barang itu ya sabu,” beber Kasat Reskoba.

SL pun kembali mengelak dan mengatakan sabu tersebut merupakan milik suaminya, AS alias Kombo yang saat itu sedang berada di tambak.

Kemudian, Sat Reskoba melakukan penyelidikan lagi dan menghubungkan informasi dugaan suami SL juga menyimpan sabu di tambak ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara.

AS pun ditangkap BNNP pada 2 November pekan lalu bersama empat orang temannya, dengan barang bukti 1 kg sabu. Dari penangkapan AS ini BNNP masih melakukan pencarian dua orang lainnya, karena diduga terlibat.

BACA JUGA: Kasus Sabu 1 Kg Disembunyikan di Pertambakan, 5 Ditangkap dan 2 DPO

Karena ada beberapa kasus yang terhubung dengan pengungkapan ini, membuat polisi ekstra hati-hati dalam melakukan penyelidikan.

Sehingga, pengungkapan baru bisa diekspos ke media, kemarin (10/11/2020). Ketiganya disangkakan pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1, subsider pasal 112 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 Undang-undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Dari SL dan dua orang anak buahnya, kita amankan kurang lebih 315 gram sabu dan tiga unit HP. RS dan NS dari hasil tes urine memang pengguna sabu. Sedangkan SL negatif,” tandasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Rifat Munisa

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah