Bulungan

Dua Akun Bodong Dalam Penyelidikan Polisi

PS Panit Cyber Dit Krimus Polda Kaltara, Ipda Yaswar.
  • Konten Serang Paslon, Pemilik Akun Bukan Warga Kaltara

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara, melalui Direktorat Kriminal Khusus (Dit Krimsus) saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap dua akun media sosial yang diduga bodong atau akun palsu. Akun bodong itu diduga telah melanggar UU ITE, dengan menyerang salah satu calon dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) dan Wakilnya.

“Selama tahapan Pilkada ini, kami sudah menerima limpahan perkara itu sebanyak 2 berkas perkara. Ada akun bodong yang memang menyerang salah satu paslon (Pilgub). Tapi memang dalam penanganan ini, kita butuh penyeliikan atau investigasi lagi,” kata Dir Krimsus Polda Kaltara Kombes Thomas Panji Susbandaru melalui PS Panit Cyber Ipda Yaswar, Jum’at (20/11/2020).

Berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Bawaslu Kaltara, akun-akun yang sedang ditangani itu rupanya bukan akun milik salah satu tim sukses dari paslon. Bahkan setelah ditelusuri lebih dalam, ternyata pemilik akun itu bukan warga Kaltara melainkan warga lain.

“Dari pemeriksaan kami, terakhir bahwa akun ini memang tidak berada di Kaltara atau orangnya berada di luar. Cuman karena ini akun bodong, penyelidikan juga masih terbuka sehingga nanti mungkin kami membutuhkan waktu yang lebih lama lagi. Kita juga sudah berkoordinasi dengan Bawaslu, ternyata akun ini memang bukan milik dari (tim) salah satu paslon. Makanya langsung dilimpahkan ke kita,” ungkapnya.

Yaswar mengungkapkan, eskalasi politik di media sosial (Medsos) memang terus mengalami peningkatan. Bahkan, ungkap dia, hampir setiap hari pihaknya menemukan adanya postingan-postingan yang mengarah ke tindak pidana. Pihaknya juga terus melakukan koordinasi dengan Bawaslu Kaltara, guna mencari tahu asal dari akun-akun tersebut.

“Kalau dari kita (tim Cyber Dit Krimsus), memang setiap harinya melakukan patroli. Dan hampir setiap harinya itu, kita menemukan berita-berita yang berbau seperti hate speech ataupun hoax. Karena kita masih dalam operasi mantap praja secara terpusat, sasaran kita memang seperti hoax dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Terpisah, Ketua Bawaslu Kaltara Suryani mengungkapkan, jika ada akun-akun yang diluar kewenangan Bawaslu, memang langsung diserahkan ke pihak kepolisian. Terutama untuk akun-akun yang tidak terdaftar sebagai akun salah satu paslon, akan langsung diserahkan.

“Kalau misalnya akunnya, akun resmi itu langsung kita tangani melalui pintu temuan. Jadi teman-teman di kepolisian melakukan penelusuran sesuai dengan kewenangan mereka. Kalau misalnya itu bukan resmi, maka tentu kita akan menjadi kewenangan kepolisian bahwa ini bukan resmi. Maka tentu itu juga melanggar UU ITE,” kata dia singkat. (*)

Reporter: Ramlan

Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah