Politik

DPS Kabupaten Nunukan Berjumlah 114.664 Pemilih

Rapat pleno penetapan DPS di KPU Nunukan. (Foto: Asrin)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Nunukan merilis jumlah Daftar Pemilih Sementara (DPS). Data ini diumumkan KPU dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran dan penetapan DPS di tingkat Kabupaten Nunukan, Minggu (13/9/2020).

Ketua KPU Nunukan, Rahman menyampaikan, bahwa jumlah DPS Kabupaten Nunukan tercatat 114.664 pemilih. Rinciannya, pemilih laki-laki berjumlah 60.080 orang dan pemilih perempuan 54.584 orang.

“Ini tersebar di 21 Kecamatan dan 240 desa/kelurahan di Kabupaten Nunukan,” terangnya kepada Koran Kaltara, Senin (14/9/2020).

Rahman mengatakan jumlah DPS ini lebih rendah dibandingkan jumlah DPT sebelumnya yang mencapai 130 ribu pemilih. Sehingga jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) Kabupaten Nunukan ikut berkurang.

“Sebelumnya TPS itu berjumlah 553 TPS. Sekarang berkurang 16 TPS menjadi 537 TPS. Ini pengaruhnya data pemilih yang tidak ada atau tidak ditemukan,” kata dia.

Dia mengatakan, bahwa KPU masih membuka diri bagi masyarakat yang datanya belum masuk basis KPU.

“Intinya, silakan masyarakat yang datanya belum masuk DPS karena, secepatnya kita juga melakukan uji publik,” pungkasnya

Apalagi, kata dia, KPU telah memiliki aplikasi seperti data respons. Tinggal memasukkan NIK KTP, maka sudah bisa diketahui, apakah sudah terdaftar atau tidak, begitu juga TPS, tempat masyarakat itu terdaftar.

“Namun yang paling gampang untuk mengecek warga yang sudah terdaftar, melalui stiker yang ditempel di setiap rumah,” kata dia.

Namun, kata Rahman, apabila ada rumah yang tidak ada stiker, maka bukan berarti tidak terdata.

“Jangan sampai ada rumah tidak ada stiker, lalu bilang petugasnya tidak menyelesaikan pekerjaannya. Bisa jadi orang di dalam rumah itu tidak memenuhi syarat sebagai pemilih. Misalnya, TNI/Polri, kan tidak mungkin mau didata,” ungkapnya.

Penyebab lainnya, lanjut dia, warga tersebut bisa jadi memiliki tiga rumah. Sehingga hanya satu rumahnya saja yang dipasangi stiker.

“Kan begitu. Jadi, tidak berarti semua rumah itu ada semua stikernya,” bebernya.

Sebenarnya, kata dia, proses tahapan ini masih panjang. Sehingga saat penetapan DPT pada 16 Oktober, masyarakat diharapkan bisa menyalurkan hak pilihnya.

“Kendati dia tidak terdaftar, sekalipun dia tetap bisa menggunakan hak pilihnya dengan membawa KTP di TPS sesuai dengan alamat di KTP nya. Jadi masyarakat itu tidak akan hilang hak pilihnya selagi dia mau menggunakan hak pilihnya,” ungkapnya.

Menurut dia, warga yang memilih menggunakan KTP, harus menyalurkan suaranya di atas jam 12 siang.

“Dan, selagi surat suara tersedia. Kalau sudah habis, ya tidak bisa. Untuk itu kita berharap masyarakat secara aktif mengecek pendataannya,” kata dia. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah