Headline

DPRD Kaltara Segera Jadwalkan Hearing Pelayanan RSUD Tarakan

RSUD Tarakan.  (Dok/Koran Kaltara)

TTARAKAN, Koran Kaltara – Banyaknya keluhan masyarakat terkait pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, turut disoroti DPRD Kaltara. Dalam waktu dekat, legislator Kaltara akan menggelar hearing bersama instansi terkait.

Anggota Komisi IV DPRD Kaltara, Khaeruddin Arief Hidayat menuturkan, selain pelayanan di lobi pendaftaran dan poli, terkait penanganan pasien yang berobat untuk penyakit umum maupun pasien Covid-19 nantinya juga akan dibahas bersama dalam dengar pendapat. Salah satu pihak yang akan diundang yakni manajemen  RSUD Tarakan.

“Ada beberapa hal yang kami temukan, di antaranya antrean yang panjang di bagian poliklinik bagi pasien yang akan berobat,” tuturnya, dikonfirmasi Selasa (19/1/2021).

Dari keluhan yang ia terima, ada pasien yang bahkan sudah mengantre mulai dari jam 3 pagi. Padahal, bisa menggunakan layanan pendaftaran online. Menurutnya, melalui aplikasi pengambilan nomor antrean secara online, tidak akan merepotkan pasien.

Ia juga menilai, dengan pendaftaran online ini bisa menjadi solusi untuk mengurangi keluhan antrean pasien poliklinik.  “Bisa meminimalisir menumpuknya antrean di poliklinik. Masa pasien mengantre dari subuh dan harus bolak-balik. Belum lagi jam kedatangan dokter yang harus tepat waktu akan kami bahas,” tandasnya.

Sedangkan soal penanganan pasien Covid-19 di RSUD Tarakan, ia mengaku belum mengetahui perbandingan pasien Covid-19 yang dirawat dengan jumlah perawat yang melakukan pelayanan. “Kondisi pasien ini butuh dukungan setiap saat. Lalu, saat pasien positif Covid-19 dinyatakan meninggal dunia, ada beberapa mekanisme yang menjanggal,” bebernya.

Salah satunya, pasien sudah berada di mobil ambulans untuk dimakamkan, beralih menjadi tanggung jawab Satgas Covid-19 Tarakan. Sementara kondisi pasien, keluarga pasien tidak tahu. “Ini memang masalah yang sudah saya amati di lapangan,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Muklis Ramlan, pelapor dugaan kelalaian RSUD Tarakan sudah membuat posko pengaduan terkait pasien positif Covid-19. Ia mengaku, posko dibuka setelah ia membuat laporan terkait dugaan penyalahgunaan dan kelalaian manajemen RSUD Tarakan yang mengakibatkan ibunya meninggal dunia, 11 Januari lalu.

Menurutnya, semakin banyak yang bersaksi, akan mempercepat selesainya kasus yang dilaporkannya. Selain itu, ia bermaksud untuk memberikan pelajaran bagi pihak RSUD agar tidak membahayakan nyawa orang lain, terutama saat masih dalam proses pelayanan.

“Ada juga sebelumnya pasien yang di Covid-kan. Ini semua harus diluruskan. Sampai sekarang sudah ada 18 keluarga korban yang melapor dan merasa dirugikan oleh RSUD Tarakan,” beber Muklis.

Tidak hanya soal Covid, ada juga keluhan tentang penanganan pasien yang tidak positif Covid-19 namun dimakamkan sesuai prosedur Covid-19. Ia menyebut ada rekayasa dalam mekanisme perawatan pasien Covid-19 dan pasien yang meninggal karena Covid-19.

“Ada rekayasa yang terjadi di sana. Lalu dipaksa tanda tangan untuk legalitas untuk pencairan anggaran Covid-19. Ini juga yang mau kita bongkar. Makanya, kita buka posko ini untuk mengumpulkan bukti-bukti,” tegasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah