Headline

DPRD Dorong Pembangunan Jaringan ke Perbatasan

Anggota Komisi III DPRD Kaltara, Norhayati Andris
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara - Anggota Komisi III DPRD Kaltara Norhayati Andris mendorong agar pembangunan jaringan telekomunikasi bisa masuk hingga ke wilayah perbatasan negara. Sebagai daerah yang memiliki sejumlah titik dengan kategori pedalaman, ketersediaan jaringan dinilai penting, terutama untuk mengetahui kondisi darurat di pedalaman. Kecanggihan teknologi membuat masyarakat di era sekarang sangat membutuhkan jaringan telekomunikasi. Selain…

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Anggota Komisi III DPRD Kaltara Norhayati Andris mendorong agar pembangunan jaringan telekomunikasi bisa masuk hingga ke wilayah perbatasan negara. Sebagai daerah yang memiliki sejumlah titik dengan kategori pedalaman, ketersediaan jaringan dinilai penting, terutama untuk mengetahui kondisi darurat di pedalaman.

Kecanggihan teknologi membuat masyarakat di era sekarang sangat membutuhkan jaringan telekomunikasi. Selain untuk berkomunikasi, sarana telekomunikasi juga penting sebagai sumber informasi.

“Jadi kita harapkan target pemenuhan jaringan di wilayah perbatasan, khususnya pedalaman bisa tercapai,” harapnya.

Norhayati menuturkan, Warga perbatasan layak mendapatkan layanan jaringan telekomunikasi yang representatif. Dengan begitu, mereka yang bermukim di pedalaman bisa dengan mudah mengikuti perkembangan yang ada di daerah.

“Mereka juga kan pasti butuh informasi. Kalau mereka sudah ada jaringan, otomatis kita juga jadi lebih mudah untuk mengetahui perkembangan dan kendala yang ada di sana,” sebutnya.

Provinsi Kaltara yang secara geografis merupakan kawasan perbatasan juga sangat rentan akan ancaman pertahanan dan keamanan.

Oleh karenanya, ketersediaan jaringan akan membantu aparat penegak hukum yang ada di pedalaman untuk memberikan informasi, terutama yang sifatnya darurat kepada pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya.

“Saking vitalnya, kalau kita bicara lebih jauh, permasalahan ini bisa saja mengancam pertahanan dan keamanan di perbatasan,” ucap dia.

Selain itu, jaringan telekomunikasi juga penting untuk situasi genting lainnya. Seperti untuk Koordinasi layanan kesehatan. Beberapa daerah perbatasan secara akses sangat sulit dijangkau sehingga dibutuhkan satu wadah komunikasi yang bisa menjamin layanan itu tetap berjalan secara optimal.

“Beberapa daerah kita ini juga sulit dijangkau. Terkadang untuk kasus tertentu, masyarakat harus dapat penanganan medis khusus. Tapi karena akses sulit, komunikasi susah, jadi mereka kurang mendapat layanan,” bebernya.

Dia pun berharap, pertimbangan-pertimbangan ini bisa dijadikan pemerintah daerah sebagai acuan untuk segera mengakomodir kebutuhan jaringan di kawasan perbatasan, khususnya pedalaman.

“Kita harap ini bisa terealisasi secepatnya. Kita juga mau melihat masyarakat kita itu bisa mendapatkan akses telekomunikasi yang baik, sama halnya seperti kita yang ada di kota,” tukasnya. (*)

Reporter: Dicky Umacina

Editor: Nurul Lamunsari

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 11 Desember 2018