Headline

Dorong Pengembangan Energi di Kaltara, Manfaatkan SDA

Pemprov berupaya meingkatkan pembangunan dengan mendorong pengembangan energi melalui SDA seperti air sungai menjadi PLTA. Namun ditegaskan tetap sesuai dengan aturan yang berlaku. (Foto: Fathu Rizqil Mufid/Koran Kaltara)
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pemprov  Kaltara terus mendorong pembangunan energi di melalui sejumlah mega proyek, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Sebagaimana dikatakan oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Ferdy Manurun Tanduklangi, bahwa upaya yang dilakukan dengan membuka keran investasi. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memberdayakan sumber energi yang ada…

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pemprov  Kaltara terus mendorong pembangunan energi di melalui sejumlah mega proyek, khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Sebagaimana dikatakan oleh Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltara, Ferdy Manurun Tanduklangi, bahwa upaya yang dilakukan dengan membuka keran investasi.

Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memberdayakan sumber energi yang ada di provinsi paling bungsu.

Kaltara sebagai provinsi baru memiliki sumber daya energi terbarukan. Dicontohkannya, sumber daya air yang melimpah bisa menghasilkan energi yang sangat besar bagi masyarakat.

“Kita ini punya potensi besar dengan kekayaan alam yang melimpah. Kaltara tak hanya punya batu bara dan sumber energi lainnnya tapi provinsi ini punya potensi lain seperti sumber daya air yang bisa dikembangkan untuk jadi PLTA. Komitmen ini terus kita bangun, apalagi 2019 mendatang rencananya bangunan tahap I bendungan PLTA sudah masuk tahap konstruksi,” ujarnya kala dihubungi, Jumat (21/12/2018).

Sumber daya alam (SDA) yang ada di Kaltara cukup besar dan dinilai sangat memadai jika dimanfaatkan untuk sumber energi. Upaya pemerintah daerah mempromosikan potensi tersebut dipandang sangat tepat agar menarik investor untuk mengelola sumber daya alam tersebut.

“Apalagi komitmen pak gubernur, bahwa SDA yang besar di Kaltara ini sangat memadai dikembangkan, salah satunya untuk energi. Bahkan ini jadi prioritas karena memang sejauh ini belum ada PLTA di seluruh kawasan Kalimantan,” terangnya.

Akan tetapi, ia menegaskan terhadap investor yang akan menggarap SDA di Kaltara, termasuk yang baru melakukan penjajakan maupun yang baru ingin melihat potensi tersebut agar serius dan benar-benar siap mengelola SDA yang ada. Pemanfaatan potensi harus sesuai prosedur yang berlaku sehingga tidak berdampak buruk terhadap lingkungan.

“Manfaatkan SDA tapi tetap sesuai dengan aturan,” tegasnya.

Upaya pemerintah, baik daerah maupun pusat sejuah ini sudah cukup maksimal. Harapannya, pembangunan sumber energi bisa tercapai dan berjalan maksimal. “Sampai saat ini masih banyak lagi investor lain yang melirik dan bahkan melakukan survei. Semoga bisa segera terealisasi sebagaimana keinginan kita besama,” pungkasnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid

Editor: Nurul Lamunsari

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 22 Desember 2018