Headline

Dorong Pengembangan Ekonomi Sektor Wisata

Kepala Dinas Pariwisata Kaltara Ahmad Haerani saat memberikan keterangan kepada awak media. (Foto: Fathu Rizqil Mufid/ Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran KaltaraKepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kalimantan Utara, Ahmad Haerani mengemukakan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengarahkan sektor wisata berwawasan lingkungan yang berkelanjutan. Selain itu, di tengah Pandemi Covid-19, juga harus aman dari potensi penularan virus. Sehingga, kegiatan pariwisata perlahan mulai bergerak dengan protokol kesehatan yang ketat.

Dengan objek wisatawan dalam negeri, Dispar Kaltara juga turut mendorong pengembangan ekonominya. Sesuai arahan Menteri Sandiaga Salahuddin Uno, bahwa ekonomi kreatif karya anak bangsa harus bisa berinovasi dan turut berkontribusi membangkitkan wisata di Indonesia.

“Berwawasan lingkungan yang berkelanjutan. Itulah usaha Kementerian Pariwisata untuk mendukung kembalinya masa-masa kejayaan berwisata. Mudah-mudahan dalam waktu tidak lama lagi kita bisa melakukan kembali kegiatan itu,” katanya.

Dia menuturkan, sejak penerapan adaptasi kehidupan baru alias new normal, sejumlah pelaku usaha yang menunjang sektor wisata mulai bangkit. Seperti di bidang perhotelan, restoran hingga rumah makan dan transportasi. Namun, ia juga tetap menekankan soal penerapan protokol kesehatan secara ketat.

“Dengan adanya perkembangan sektor pariwisata, ekonomi masyarakat bergerak kembali. Bukanya restoran, bertambahnya tamu-tamu hotel, itu adalah pergerakan ekonomi di bidang usaha pariwisata. Jadi, tidak semata-mata mengejar PAD (pendapatan asli daerah). Kita ingin ekonomi dan masyarakatnya bergerak. Kita berharap semuanya bisa berjalan dengan baik,” harapnya.

Meski demikian, lanjut Haerani, pihaknya juga tidak menampik kepentingan PAD dari sektor pariwisata. Namun, hal itu lebih spesifik di pemerintah kabupaten/kota yang memiliki wilayah. Untuk itu, sesuai arahan gubernur, perlu penguatan di pemerintah kabupaten/kota agar lebih mengembangkan sektor wisata, berikut ekonomi penunjangnya.

“Kalau menunjang PAD, kalau provinsi kita tidak dapat langsung. Itu ada di kabupaten/kota. Kalau sudah mulai berjalan, berarti perekonomian berjalan. Yang jelas untuk PAD adanya di kabupaten/kota, karena pajak hotel dan restoran adanya di kabupaten/kota,” ulasnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah