Headline

Dorong Konsep Kemitraan, Pupuk Kaltim Siap Lakukan Pendampingan

Kepala DPKP Kaltara Wahyuni Nuzband (kiri) saat berbincang dengan pihak Pupuk Kaltim Akwan (kanan) beberapa waktu yang lalu. (Foto: Rizqy/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pupuk Kaltim bersama Pupuk Indonesia menggagas program Agro-Solution dalam rangka mendukung ketahanan pangan melalui peningkatan produktivitas pertanian. Yakni, berupa pemanfaatan kawasan pertanian dengan konsep aliansi kemitraan berkelanjutan, bekerja sama dengan pemerintah dan stakeholder dan banyak pihak.

Melalui program Agro-Solution, dinilai dapat melakukan pendampingan intensif kepada petani dan budidaya pertanian berkelanjutan. Termasuk melibatkan rantai pasok dan pihak terkait lainnya seperti perbankan, mitra usaha (Perusda) atau off-taker lainnya. Seperti dikatakan oleh pihak Agro Solution Pupuk Kaltim (Pupuk Indonesia Grup), Akwan, bahwa  program tersebut telah diterapkan di berbagai wilayah di Indonesia, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan dan Gorontalo.

Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dinilai punya potensi yang sangat besar untuk program tersebut. Seperti diketahui, bahwa tantangan petani sejauh ini adalah, akses yang terbatas menyebabkan produktivitas dan kesejahteraan petani terbatas pula. Seperti akses pasar, akses finansial dan akses teknologi.

“Untuk itu perlu pendampingan agar menjadi petani modern. Ada dinas terkait, ada dari PPL, ada program dari Pupuk Kaltim, yang tidak hanya soal pupuk. Tapi didampingi agar petani tahu bagaimana memilih jenis tanaman tertentu yang cocok dengan kondisi lahannya,” katanya, saat ditemui khusus oleh Koran Kaltara.

Dia menegaskan, tidak bisa bergerak sendiri untuk mewujudkan petani yang sejahtera. Perlu konsep kemitraan yang lebih, dengan melibatkan banyak pihak. Dengan program yang ia maksud, dapat melibatkan Perusda yang ada di Bulungan atau Kaltara.

“Jadi setelah panen, off-taker sudah ada, misalnya Perusda. Kemudian diberikan juga pendampingan asuransi. Kalau ada bencana hama, asuransi yang back-up,” sambungnya.

Lebih jauh, dia menuturkan bahwa salah satu kebiasaan petani adalah berada dalam zona nyaman melalui bantuan pupuk bersubsidi. Padahal, ke depan tidak ada jaminan petani selalu mendapatkan subsidi pupuk. Untuk itu, perlu diberi edukasi agar para petani di Kaltara lebih mandiri.

“Harus diberi edukasi, bahwa bertani dengan konsep mandiri juga bisa mendapatkan hasil yang sangat memuaskan. Kita tidak mau petani risiko gagal, untuk itu berikutnya diberi edukasi cara mengelola limbah budidaya pertanian. Makanya kami baru mulai dengan melakukan klaster area yang jadi potensi. Jangan sampai keliru potensinya. Misalnya lahan itu potensi jagung ditanami padi. Kita harus bisa ciptakan spesialis (komoditas) area dan spesialis petaninya,” terangnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah