Nunukan

Dokumen Adminduk Bertanda Tangan Elektronik, Tidak Perlu Dilegalisir

Verifikasi adminduk di Polres Nunukan. (Foto: Istimewa)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 109 Tahun 2019, percetakan dokumen per 1 Juli 2020 menggunakan kertas A4 yang dilengkapi tanda tangan elektronik (TTE) berupa QR Code. Jika dokumen adminduk menggunakan TTE, maka fotokopinya tidak perlu lagi dilegalisir.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nunukan, Akhmad mengatakan, dalam Permendagri tersebut, dokumen yang dicetak menggunakan kertas HVS, di antaranya akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, akta perceraian, akta pengangkatan anak, akta pengakuan anak, akta pengesahan anak dan kartu keluarga (KK).

Selain menggunakan kertas A4, tanda tangan pejabat berwenang menggunakan TTE, bukan lagi tanda tangan basah dan berstempel.

Sehingga, perlu diketahui oleh masyarakat, bahwa dokumen adminduk yang menggunakan TTE, tidak perlu lagi dilegalisir karena diakui dan sah dipergunakan untuk kepentingan lainnya.

“Tapi kalau masih tanda tandan basah, fotokopi dokumennya masih membutuhkan legalisir. Memang itulah kemudahan dengan hadirnya TTE, sehingga masyarakat tidak kesulitan dalam hal legalisir dokumen,” ujar Akhmad, saat ditemui Jumat (3/7/2020).

Dia mengatakan, untuk pelayanan adminduk tidak ada perubahan, tetap seperti biasa. Ketentuan persyaratan untuk pengurusan adminduk juga tidak ada perubahan.

Produk Disdukcapil yang berubah dari blangko ke kertas HVS A4 80 gram memang berkaitan dengan adanya tanda tangan elektronik. Sehingga pelayanan lebih sederhana, lebih cepat, tepat, efektif dan bisa dicetak dimana-mana.

Masyarakat atau pemohon bisa mencetak sendiri, hasilnya dengan kertas A4. Jadi, kata Akhmad, diseragamkan semua dicetak dengan kertas A4, baik oleh Disdukcapil maupun pemohon.

“Ini merupakan langkah menuju adminduk digital, kemudian nantinya didukung dengan anjungan dukcapil mandiri. Harapannya, dari Pemerintah Provinsi Kaltara bisa mendukung anjungan dukcapil mandiri, sehingga masyarakat bisa mencetak sendiri dokumen yang dimohonkan,” ujar Akhmad.

Kemudian, hari ini Jumat (3/7/2020), Disdukcapil melaksanakan verifikasi dokumen adminduk di Mako Polres Nunukan terkait dengan persyaratan pendaftaran calon anggota Polri. Verifikasi dokumen, baik itu akta kelahiran, KK dan sebagainya.

“Ada dua orang yang ditugaskan di Polres Nunukan, ada Kasi Identitas Penduduk, Ibu Kaminang dan Kasi Kelahiran dan Kematian, Ibu Elsiana Tibian,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sabri
Editor: Didik

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah