Hukum Kriminal

Ditinggal dengan Kunci Masih Menempel, Motor Raib Dibawa Pencuri

Sepeda Motor Honda Beat yang dicuri BA di Kelurahan Kampung Enam. (Foto : Istimewa)

TARAKAN, Koran Kaltara – Parkir motor di depan rumah, dengan kondisi kunci masih menempel selalu menjadi sasaran para pelaku pencurian. Kali ini, korbannya warga RT. 3, Gang 2 Kelurahan Kampung Enam. Korban baru menyadari motor miliknya hilang, sekira pukul 21.00 Wita, 27 Februari lalu.

Kapolsek Tarakan Timur AKP Faisal menuturkan, awalnya sepeda motor  Honda Beat ini digunakan anak korban untuk belanja di warung. Kemungkinan, saat selesai belanja dan motor sudah diparkir depan rumah, dengan kunci motor tidak dicabut dan dibiarkan menempel.

“Pas bapaknya mau pakai, motornya sudah tidak ada. Kami baru temukan motor korban ini, Jumat (9/4/2021) minggu lalu,” kata Faisal, Minggu (25/4/2021).

Motor korban ini ditemukan sedang diperbaiki di sebuah bengkel, di sekitar Kelurahan Kampung Satu. Polisi langsung melakukan penyelidikan, dengan menanyakan orang yang membawa motor tersebut ke bengkel. Ternyata, motor tersebut sudah dibelinya dari seorang berinisial BA (31), dengan harga Rp1.700.000.

Pelakunya, kebetulan juga warga Kelurahan Kampung Satu. Sehingga, memudahkan polisi untuk melakukan penangkapan terhadap BA dirumahnya, di Gang Mawar, Kelurahan Kampung Satu.

“Dari pembeli ini kami kami dapat informasi, beli motor dari BA. Awalnya BA mau jual Rp2 juta, tapi ditawar sama pembelinya, jadilah harga Rp1,7 juta,” terangnya.

Pengakuan BA, ia sebenarnya hanya sedang berkunjung kerumah kakeknya, di Kelurahan Kampung Enam, tidak jauh dari rumah korban. Saat melintas di depan rumah korban ini, ia melihat motor terparkir dengan kunci masih menempel. Akhirnya, muncullah niatnya untuk membawa kabur motor.

Motor hasil curiannya ini kemudian ditaruh di samping Masjid, di Jalan Sebengkok dan ditinggal hingga beberapa bulan. Setelah membutuhkan uang, untuk membiayai istri keduanya, barulah motor tersebut dijualnya ke tetangganya, beberapa hari sebelum tertangkap polisi.

“BA ini kan ada kos juga di Jalan Sebengkok Tiram. Jadi, ditaruhnya samping masjid sampai sekirar satu bulan. Uangnya sudah habis, untuk keperluan rumah tangga. Ada dua istrinya, jadi uangnya buat belanja istri kedua,” tuturnya.

Saat ditemukan, kondisi motor korban juga dalam keadaan rusak karena ditinggal lama di samping masjid. Kemungkinan, pembelinya membutuhkan motor dengan kemampuan uang hanya sedikit, jadi nekat membeli motor dengan harga murah.

“Kalau kerugian korban Rp12 juta. Kalau sebelum hilang sebenarnya bagus, tapi sekarang sudah parah kondisinya. Mesinnya sudah berasap, mungkin selama ini dipakai pelaku hancur-hancuran,” ungkap Faisal.

BA disangkakan pasal 362 KUHPidana, tentang pencurian. Dengan ancaman pidana minimal 5 tahun penjara. Sedangkan motor korban, sementara masih dilakukan penyitaan untuk kepentingan penyidikan.

Selain pencurian motor di Tarakan ini, BA juga tersangkut kasus pencurian di Derawan, Berau. Unit Reskrim Polsek Tarakan Timur berkoordinasi dengan Polsek Derawan, barang bukti motor sudah dibawa pelaku ke Samarinda, dan ditaruh di pos polisi Meranti.

“BA ini sudah masuk penjara ketiga kalinya ini. Pertama kasus penipuan, kemudian penggelapan dan ini pencurian. Kami sudah koordinasi dengan polisi di Samarinda, motornya ada ditemukan. Kemudian kami ketemu korbannya, untuk koordinasi dengan Polsek Derawan. Tindak lanjutnya, apakah korban motor di Derawan ini laporkan resmi, nanti dari Polsek Derawan datang ke Tarakan,” ungkapnya. (*)

Reporter: Sahida

Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah