Malinau

Disperindagkop Malinau Pastikan Stok Sembako Aman

Disperindagkop dan UKM Malinau bersama dinas terkait melakukan pengawasan terhadap barang kadaluarsa beberapa bulan lalu. (foto: Sulaiman)
MALINAU, Koran Kaltara – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Malinau memastikan stok sembilan bahan pokok (Sembako) masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang  Natal dan Tahun Baru 2019. Selain sembako, Disperindagkop dan UKM juga berupaya melakukan pemantauan perkembangan harga pasar agar tetap stabil, sehingga para konsumen, terutama masyarakat tidak terlalu cemas.  “Jadi…

MALINAU, Koran Kaltara – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Malinau memastikan stok sembilan bahan pokok (Sembako) masih aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang  Natal dan Tahun Baru 2019.

Selain sembako, Disperindagkop dan UKM juga berupaya melakukan pemantauan perkembangan harga pasar agar tetap stabil, sehingga para konsumen, terutama masyarakat tidak terlalu cemas.  “Jadi perlu diantisipasi,” kata Kepala Disperindagkop dan UKM, Emang Mering, kepada Koran Kaltara, pekan lalu.

Perayaan Natal dan Tahun Baru, menurut Emang, sudah menjadi tugas rutin dalam pengawasan barang konsumsi yang beredar di toko maupun di pasar-pasar tradisional.  “Apalagi jelang hari raya keagamaan seperti ini tentu kita akan lakukan pengawasan,” imbuhnya.

Menurut dia, apabila tidak dilakukan pengawasan,  maka kadang-kadang pedagang sering lalai memeriksa barang dagangannya. Seperti barang-barang yang telah kadaluarsa.

“Jadi perlu dikontrol dan dicek secara rutin. Mulai dari ketersediaan barang pokok hingga kadaluarsa barang it. Paling tidak masyarakat merasa aman saat mengkonsumsinya,” jelasnya.

Dia menyatakan, tim di lapangan telah siap untuk melakukan pengecekan.  “Sudah siap, tinggal bagaimana pemantauan di lapangan, sehingga tidak ada permasalahan. Khususnya komplain konsumen mengenai harga,” katanya.

Bahkan, kata dia, pengecekan barang dagangan telah dibahas, dengan pihak Provinsi Kalimantan Utara.  “Masalah harga dan lainnya itu sudah dirapatkan di Provinsi beberapa waktu lalu,” ujarnya.

Sementara itu soal ketersediaan daging, Emang menyatakan bahwa stok daging jelang natal dan tahun baru masih tersedia. Karena, daging ayam dan sapi kebanyakan masuk dari luar Malinau. “Kalau untuk produksi lokal masih belum bisa memenuhinya,” terangnya.

Dia memastikan kebutuhan masyarakat dalam merayakan hari besar keagamaan masih cukup. Apalagi, pihaknya akan segera menggelar pasar murah.

“Seperti setiap tahun-tahun lalu dalam hari besar keagamaan, kita akan menggelar pasar murah. Dengan mengajak para pedagang dan Perusda. Kami terus terang anggaran kami sangat terbatas namun bukan menjadi penghalang namun bekerjasama,” ungkapnya.

Paling tidak, kata dia, dengan adanya pengawasan secara rutin,  maka akan membatasi ruang gerak para tengkulak yang ingin bermain harga. “Jadi kami harapkan juga kepada masyarakat atau para pedagang untuk tidak menimbun barang. Jika dilakukan, maka bisa terkena pidana,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sulaiman

Editor: Sobirin

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 3 Desember 2018

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment