Tarakan

Dirut RSUKT Sebut Hasil Tes PCR Tidak Pengaruhi Harga

Direktur RSUKT, Joko Hariyanto

TARAKAN, Koran Kaltara – Untuk mempercepat pelayanan swab PCR dengan tarif yang telah ditetapkan secara nasional, Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT) mendatangkan alat baru dengan kemampuan mengidentifikasi 90 sampel per hari.

Direktur RSUKT, Joko Hariyanto mengatakan, bahwa sejak dua hari terakhir pihaknya mengoperasikan alat PCR baru, namun dalam sepekan ke depan hanya melayani 60 sampel per hari karena masih dalam proses penyesuaian.

Nantinya, akan dimaksimalkan menjadi 90 sampel perhari.

“Alat yang dulu dikembalikan ke vendor dan ganti dengan alat yang baru.  Sedangkan untuk SDM (petugas) masih tetap sama, yaitu satu tim yang setiap shifnya terdiri dari lima orang,” terangnya, saat dihubungi Koran Kaltara, Selasa (14/9/2021).

Dalam dua hari terakhir, kuota selalu penuh.

Terdapat dua sistem pendaftaran untuk melayani masyarakat yang ingin melakukan swab PCR secara mandiri, yaitu offline dengan datang secara langsung ke RSUKT. Jatahnya 35 orang per hari.

Kemudian cara daftar online dengan menggunakan aplikasi telegram untuk melayani 25 kuota.

Sedangkan untuk pelayanan swab PCR bagi pasien Covid-19 RSUKT menggunakan alat khusus yang terpisah dengan swab PCR secara mandiri.

“Ada tiga kriteria masyarakat yang melakukan PCR mandiri, di antaranya pelaku perjalanan, pekerja swasta yang akan masuk kerja setelah menjalani cuti, dan masyarakat yang berinisiatif melakukan swab PCR secara mandiri untuk mengetahui apakah dirinya positif Covid-19 atau tidak. Untuk tarif, sesuai dengan penetapan Menteri Kesehatan yaitu Rp525 ribu,” ungkapnya.

Selain itu, kata Joko, pelayanan dipercepat sehingga masyarakat bisa mengetahui hasil paling cepat 12 jam setelah sampel diambil dan paling lama 24 jam.

Meskipun demikian, Joko menegaskan, hasil yang keluar 12 jam maupun yang 24 jam tarifnya tetap sama.

Jika ada oknum yang minta bayaran lebih karena ingin mendapatkan hasil yang cepat, itu adalah pungli dan dapat diproses secara hukum.

“Sampel yang masuk pagi, itu bisa langsung dikerjakan dan sore atau malam hari sudah ada hasilnya. Kita begitu selesai ambil sampel langsung diproses. Kita tidak ada buka klaster tarif, semua sama mau cepat atau lambat tetap Rp525 ribu,” tegasnya.Hasil swab PCR juga dapat dicek melalui aplikasi pedulilindungi.

Sementara terkait reagen yang digunakan untuk mengidentifikasi Covid-19 di RSUKT, sejauh ini masih mencukupi. Saat ini tersedia 1.000.

“Kita pakai anggaran BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) sehingga sistem keuangan dan lain sebagainya bisa lebih simple,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa
Editor: Rifat Munisa

 

TOPIK TERKAIT:

RSU Kota Tarakan Datangkan Mesin PCR Baru

Kapasitas Penuh, RSUKT Manfaatkan Labkesda