Headline

Dimakamkan sesuai Protokol

Pemakaman SP, sesuai protokol Kemenkes. Pemakaman digelar sore kemarin, saat petugas medis belum menerima hasil swab test dari BBLK Surabaya yang menyatakan SP negatif corona. (Foto: Istimewa)

NUNUKAN, Koran Kaltara Seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang sejak tanggal 14 April 2020 berada di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan meninggal dunia, sekira pukul  23.00 WITA, Rabu (8/4/2020) malam. Kabar meninggal satu PDP ini dibenarkan oleh Jubir Percepatan Penanganan Covid-19 Nunukan, Aris Suyono, sekira pukul 14.00 WITA, Kamis (9/4).

Aris menjelaskan PDP yang berinisial SP (laki-laki) 56 tahun ini sebelumnya pernah memiliki catatan medis di RSUD Tarakan selama dua minggu dengan keluhan kelainan kulit. Kemudian, pasien ini masuk IGD RSUD Nunukan pada tanggal 30 Maret 2020, dengan keluhan yang sama.

“Kemudian, pasien ini dikonsultasikan ke spesialis penyakit dalam karena ada sesak napas. Kemudian, diarahkan menjalankan foto thorax: ternyata ada pneumonia bilateral. Kemudian tim medis langsung melakukan TB-TCM (tes cepat molekuler) untuk mendeteksi jika ada tuberkolosis. Ternyata hasil tidak ada,” ungkapnya kepada Koran kaltara, Kamis (9/4/2020).

Dari hasil foto thorax dan pneumonia bilateral inilah membuat tim medis memindahkan pasien ke ruang isolasi tanggal 4 April 2020 lalu, dengan status PDP. Saat masuk di ruang isolasi, kata dia, PDP tersebut langsung dilakukan pengambilan sampel swab untuk dikirim ke Surabaya. Kemudian, 5 April, pengambilan swab kedua dilakukan.

“Nah, tanggal 5 April itu rencananya dikirim, tapi tim dari provinsi terlambat dan ketinggalan speed hingga akhirnya tanggal 6 April baru dikirim ke Tarakan, dan tanggal 7 April baru terbang ke Surabaya menggunakan maskapai Lion Air. Jadi, memang ada keterlambatan pengiriman pada tanggal 5 April itu. Karena kita juga paking terhadap swab ini, jadi tidak sembarangan,” kata dia menjelaskan.

Mengenai penyebab kematian pasien, kata dia, dari hasil analisa tim medis atau dokter rumah sakit, dikarenakan gagal napas. Hanya saja, untuk pemakaman jenazah PDP ini, akan dilakukan sesuai protokol yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan.

Lanjut dia, kondisi pasien pada Rabu (8/4/2020) malam, memang menunjukkan gejala pemburukan. Sesak napas yang mengakibatkan pasien gagal napas. “Itu jam 11 malam di ruang isolasi RSUD Nunukan,” tambahnya.

Dengan meninggal satu PDP, maka saat ini PDP di RSUD Nunukan berjumlah 5 orang. Kemudian, untuk keseluruhan pasien yang dirawat di ruang isolasi berjumlah 13 orang, di antaranya 5 PDP, 4 positif, dan 4 ODP. “ODP yang selesai hari ini, tiga orang. Jadi total keseluruhan ada 73 orang yang masih dipantau. OTG ada 49 orang, ada penambahan dua orang,” ujarnya. (*)

Reporter: Asrin

Editor: Nurul Lamunsari