Headline

Diduga Korsleting, Puluhan Rumah Dilahap Api

Petugas kebakaran dan masyarakat berusaha memadamkan api. (Foto: Sofyan)
  • Data Awal Terdapat 35 Bangunan Rata dengan Tanah

TARAKAN, Koran Kaltara – Kebakaran hebat melanda kawasan pemukiman di RT 03 Kelurahan Sebengkok, Kota Tarakan, Selasa (26/10/2021). Kobaran api membuat puluhan rumah hangus menjadi arang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Koran Kaltara, api diduga berasal dari arus pendek listrik yang menyambar barang mudah terbakar. Beruntung, tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut. Namun petugas dibantu warga sempat kewalahan mengendalikan kobaran api agar tidak meluas lebih jauh.

Dibutuhkan tiga armada mobil pemadam dan suplai truk untuk meredakan amukan si jago merah. Tebalnya asap membuat jarak pandang terbatas. Petugas dan warga yang membantu memadamkan api bahkan mengalami sesak napas. Beberapa petugas yang berada paling depan dibekali tabung oksigen.

Cuaca terik ditambah angin yang cukup kencang, membuat api mudah menjalar dari rumah ke rumah. Apalagi kebanyakan bangunan yang berada di pemukiman padat penduduk tersebut berkonstruksi kayu. Korban yang rumahnya dilalap api, tidak bisa menyelamatkan harta bendanya.

“Tidak sempat menyelamatkan apa-apa. Hanya (tertinggal) baju di badan dan sepatu yang saya pakai saja. Tadi baru pulang dari kerja bakti bersama Angkatan Laut. Sesampainya di rumah susun kue, dan mau cuci piring, tiba-tiba keponakan datang sambil berteriak ada kebakaran, ada kebakaran. Saya ke luar rumah dan api sudah besar,” ungkap salah satu korban, Rosdiana, Selasa (26/10/2021).

Kasi Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Tarakan, Irwan, mengaku bahwa pihaknya mengerahkan lebih dari 40 personel, dengan dukungan 3 fire truk dan 4 suplai truk. Gerak cepat penyelamatan menjadi terbatas karena masyarakat yang menyaksikan kebakaran. Ditambah lagi asap di lokasi kejadian cukup tebal.

“Kita pakai tabung oksigen. Ada 7 yang kita pakai karena asap terlalu tebal, sehingga petugas susah bernapas dan jarak pandang terbatas. Kita butuh waktu sekitar 60-an menit untuk memadamkan api. Saat ini sudah pendinginan,” kata Irwan ditemui di lokasi.

Selain itu, masyarakat yang berada di lokasi musibah kebakaran juga turut menjadi kendala saat petugas memadamkan api. Ada beberapa orang yang ingin mengambil kendali semburan air ke tempat lain. Padahal, petugas memiliki metode pemadaman, agar api tidak meluas.

“Seharusnya kita padamkan di sini dulu, tetapi ditarik. Akhirnya berubah arah semprotan airnya sehingga konsentrasi kita pecah. Tetapi kita tetap melakukan pemadaman api. Selain itu, masyarakat yang berada di lokasi juga membuat aktivitas terganggu. Oleh karena itu, kalau ada musibah kebakaran, jangan dijadikan tontonan, tetapi berikan ruang kepada petugas untuk bekerja memadamkan api,” tegasnya.

Menurut ketua RT 03 Sebengkok, Syamsuddin, ada sekitar 200 KK (Kepala Keluarga) yang menjadi warganya. Namun dirinya belum bisa memastikan jumlah rumah yang ludes terbakar.

“Kalau berapa jumlah rumah yang terbakar, saya belum bisa memastikan. Tetapi pendataan awal saya sudah ada sekitar 35 rumah. Oleh karena itu, saya akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan jumlahnya berapa, dan langkah apa yang harus dilakukan: buka posko atau tidak. Kalau buka posko, ada 2 loksi alternatif. Yang pertama di tanah timbunan di wilayah pasar batu, dan di sekitar sini,” ungkapnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa

Editor: Nurul Lamunsari

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment