Headline

Dewan Wanti-Wanti Penanganan Covid-19

Penyuntikan vaksin sebagai upaya penanganan pandemi Covid-19. (Dok/Koran Kaltara)
  • Jangan Sampai Ada Gelombang Selanjutnya

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Penanganan Covid-19 di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terus berlanjut. Kebijakan daerah melakukan pembatasan kegiatan masyarakat, dinilai cukup efektif menekan angka penularan. Kemudian didukung partisipasi masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan, adalah kunci utama dalam memutuskan rantai penularan virus Corona tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kaltara Usman mengatakan, sejauh ini kasus Corona sudah cenderung menurun. Hanya saja, kebijakan PPKM masih berlanjut, termasuk Bulungan dan Tarakan masih masuk dalam level 4.

“Kebijakan kita sesuai arahan satgas pusat. Tentu adanya pembatasan ini, berharap bisa menekan angka penularan. Tapi memang kalau dilihat dari prevelensi, kita masih cukup tinggi. Semoga bisa terus menurun,” katanya.

Menyikapi hal itu, Ketua DPRD Kaltara Norhayati Andris menegaskan, penanganan juga tidak boleh kendor. Artinya, satuan tugas yang telah dibentuk, selalu menjalankan tugas dengan maksimal.

“Tentu penanganan harus berlanjut terus. Karena kasus Corona ini juga belum berakhir. Walaupun ada penurunan, jangan sampai lengah,” tegasnya.

Penurunan kasus Corona pernah terjadi pula di tahun 2020 yang lalu. Namun, diduga lengah sehingga aktivitas masyarakat mulai normal. Begitu pula penanganannya, pada akhirnya muncul gelombang kedua. Untuk itu, dia menekankan jangan sampai setelah Covid-19 mulai mereda, kembali melonjak lagi.

“Itu yang kita takutkan. Jangan sampai ada gelombang selanjutnya yang lebih parah. Semua pihak harus bekerja sama agar kita bisa bebas dari paparan virus ini,” harapnya.

Sementara itu, dia juga menyoroti soal program vaksinasi yang tengah berjalan. Kaltara tergolong daerah dengan persentase vaksin yang rendah. Untuk itu, harus terus dijalankan, sebagai upaya membentuk kekebalan kelompok alias herd immunity di Kaltara.

“Iya vaksinasi kita harus paling tidak sampai 70 persen lah. Supaya risiko terpapar itu lebih rendah. Memang dia (vaksin) tak menjamin, tapi tentu berbeda yang sudah divaksin sama yang belum sama sekali,” jelasnya. (*)

Reporter: Fathu Rizqil Mufid

Editor: Nurul Lamunsari

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment