Politik

Dewan Minta Serapan APBD Harus Seideal Mungkin

Ketua Komisi III Bidang Pembangunan Daerah pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara, Albertus Stefanus Baya.

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pemprov Kalimantan Utara diingatkan menjaga ritme serapan belanja daerah seideal mungkin. Demikian disampaikan Ketua Komisi III Bidang Pembangunan Daerah pada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara, Albertus Stefanus Baya.

Serapan belanja seideal mungkin penting agar tidak terjadi penumpukan saat memasuki akhir tahun.

Ia menuturkan, seyogianya tidak perlu ada kondisi anggaran menumpuk di akhir tahun seperti yang kerap terjadi.

Mengingat pemerintah sebelumnya telah melakukan perencanaan pelaksanaan program dan kegiatan. Sehingga penting untuk mengedepankan komitmen di lapangan.

Serapan APBD yang ideal penting untuk menciptakan performa pembangunan optimal bagi masyarakat.

Dimana masyarakat tidak perlu menunggu akhir tahun untuk menikmati program dan kegiatan yang telah direncanakan pemerintah.

“Sebelumnya saya baca di media, Pak Gubernur targetkan sampai triwulan II ini bisa 50 persen. Tapi ternyata sampai sekarang jauh di bawah itu. Ini harus segera dievaluasi. Jadi ada percepatan di triwulan III, tidak terlalu menumpuk di akhir tahun,” paparnya baru-baru ini.

Pemerintah daerah harus memahami jika percepatan serapan anggaran juga merupakan instruksi langsung Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Keberadaan belanja daerah diarahkan bisa menahan laju perlambatan ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Oleh karena itu, kinerja pemerintah daerah tidak boleh lamban.

“Istilahnya kan masyarakat masih susah karena pandemi ini. Karena roda penggerak ekonomi dari sektor swasta terhambat karena Corona. Sedangkan salah satu harapan utama dari belanja daerah. Pergerakan belanja daerah yang cepat harus disadari bisa membantu perekonomian masyarakat. Tapi juga harus tepat guna dan sesuai aturan,” paparnya.

DPRD Kaltara telah mengagendakan adanya pertemuan rutin guna membahas kinerja serapan anggaran dan pelaksanaan program kegiatan pemerintah. Khususnya sepanjang semester I tahun ini.

Pertemuan itu salah satunya guna mencari solusi apabila ada kendala pelaksanaan di lapangan.

“Tentu itu (pembahasan kinerja serapan APBD dan pelaksanaan kegiatan) pasti lah kita lakukan. Nanti kita bersama pemerintah akan bertemu untuk mengkaji datanya sebagai bahan evaluasi bersama,” pungkasnya.(*)

Reporter: Agung Riyanto

Editor: Eddy Nugroho