Nunukan

Dermaga Inhutani dan Puluhan Rumah Jadi Arang

Kebakaran di Nunukan, Minggu (10/1/2021) malam. (Istimewa)
  • Ditembak Polisi, Pelaku Pembakaran Serang Beberapa Orang

NUNUKAN, Koran Kaltara – Dermaga Inhutani Nunukan ludes terbakar si jago merah, sekira Pukul 18.30 Wita, Minggu (10/1/2021). Tak hanya itu, puluhan rumah yang berada di atas air juga ikut jadi arang.

Sekertaris Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Nunukan, Firnanda mengatakan, dalam kebakaran ini, api diduga berasal dari salah satu rumah warga. “Api sudah mulai padam. Sekarang proses pendinginan. Kalau tidak salah, jam delapan (Pukul 20.00) sudah mulai megecil. Jadi kita jinakkan api kurang lebih dua jam lah,” ujarnya kepada Koran Kaltara.

Dalam proses pemadaman, pihaknya mengerahkan seluruh armada pemadam, yang dibantu warga sekitar. “Kita juga ada dibantu dari Kehutanan. Sama dengan nelayan yang kebetulan lewat di depan,” sebutnya.

Pada saat memadamkan api, petugas sempat terhambat lantaran rumah yang rata-rata terbuat dari kayu itu berdiri berdempetan. Sehingga api dengan cepat merambat ke rumah lain. Bahkan, dia memperkirakan rumah yang terbakar kurang lebih 40-an rumah.

“Kalau akses masuk juga sulit. Tapi, untungnya itu akses masuk sudah semenisasi. Jadi, kita bisa masuk ke gang itu. Tapi tidak sampai di dalam. Sekarang, kita sistem sambung. Artinya, di depan penyuplai air, lalu dimasukkan ke mobil pemadam yang masuk gang,” tambahnya.

Belum lagi, kata dia, kekuatan angin yang berputar-putar lantaran masuk pada air laut pasang. “Makanya anginnya terputar-putar di situ saja,” jelasnya.

Mengenai penyebab kebakaran, dia mengaku tidak bisa memberikan pernyataan resmi, lantaran merupakan kewenangan pihak kepolisian. Hanya saja, dari informasi yang pihaknya terima, kebakaran ini diduga dibakar oleh seseorang usai berkelahi.

“Jadi, dia timpas beberapa masyarakat. Salah satunya pesonel kami di bagian staf. Informasinya, pelaku sudah ditahan. Infonya, pelaku ditembak saat naik ke perahu,” ujarnya.

Penyataan ini, dibenarkan Andi, warga sekitar. Dia mengatakan, sebelum kebakaran, ada perkelahian yang dilakukan oleh seorang pria yang akrab disapa Suda. Pria ini diduga terganggu psikologis dan menyerang beberapa keluarganya.

“Jadi, itu orang (Suda) ngamuk. Karena berkelahi sama istrinya, kalau tidak salah. Jadi, ada beberapa orang ditebasnya pakai parang. Setelah itu, lari. Tapi sempat dikejar polisi dan ditembak kaki,” ungkap Andi.

Sementara itu, dikonfirmasi kepada pihak kepolisian, Kapolres Nunukan AKBP Saiful Anwar melalui Kapolsek Nunukan, Iptu Racdhya mengaku berada di IGD RSUD Nunukan. Namun begitu, dia belum mau berkomentar mengenai pelaku pembakaran.

Rachdya menyebut bahwa kebakaran memakan korban. Terdapat tujuh orang menderita luka yang diduga karena diserang Suda. “Bentar ya. Masih di RSUD bawa tersangka. Untuk info korban luka 7 orang dari perlakuan tersangka. Untuk sementara itu saja dulu. Nanti kita inforkan lebih lanjut,” ungkap Kapolsek. (*)

Reporter: Asrin

Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah