Ruang Publik

Dengan KUR, UMKM Lebih Makmur

Sri Kuncoro Herlambang
  • Oleh: Sri Kuncoro Herlambang

PROGRAM KUR (Kredit Usaha Rakyat) sudah berlangsung sejak tahun 2007. Program ini bertujuan untuk memberikan kemudahan pinjaman terhadap masyarakat khususnya pelaku Usaha Menengah Usaha Kecil (UMKM).

Sejak tahun awal diluncurkan oleh pemerintah program KUR ini mengalami perubahan dalam skema penyalurannya, pada tahun 2007-2014 skema yang digunakan adalah imbal jasa penjaminan, yang berarti pemerintah menjamin seluruh debitur KUR yang terdaftar dijamin seluruh pinjamannya, dan apabila debitur/ peminjam mengalami masalah likuiditas maka pemerintah akan mengambil alih seluruh pinjamannya.

Skema di atas dinilai kurang efektif dan terlalu berisiko untuk keuangan negara, maka pada tahun 2015 skema KUR diubah menjadi skema subsidi bunga.  Skema ini dirasa lebih fair karena dalam pelaksanaannya pinjaman tersebut 100 persen menjadi tanggung jawab debitur, tetapi bunga yang dibebankan oleh penyalur (bank) disubsidi sampai tingkat persentase tertentu yang lebih rendah dari tingkat bunga yang berada di pasar, sehingga bunga yang di tanggung oleh debitur lebih rendah.

Program KUR merupakan kerja sama antara pemerintah dan bank penyalur yang ditunjuk, dana yang disalurkan ke debitur merupakan dana yang berasal dari bank, pemerintah dalam hal ini APBN menggelontorkan subsidi untuk menekan tingkat bunga dari tingkat bunga komersil.

Pada tahun 2020 tingkat bunga yang dibebankan ke debitur hanya sebesar 6 persen efektif per tahun, tingkat bunga ini merupakan tingkat bunga terendah selama program KUR ini berjalan.

KUR terdapat beberapa jenis yaitu KUR Mikro, untuk UMKM dengan jumlah pinjaman kurang dari Rp50 juta, KUR kecil untuk debitur dengan besar pinjaman Rp51 juta-Rp500 juta, KUR TKI yang di salurkan untuk calon tenaga kerja yang akan berangkat bekerja di luar negeri, KUR KUBE (Kelompok Usaha Bersama)

Dengan tingkat bunga yang rendah diharapkan akan dapat menstimulus pelaku UMKM untuk mengajukan tambahan modal untuk meningkatkan baik dalam hal intesifikasi atau ekstensifikasi usaha, sehingga dapat berkembang dan meningkatkan perputaran dan pertumbuhan ekonomi regional.

Perlu ditegaskan bahwa program KUR ini adalah program untuk mengembangkan usaha yang telah ada, bukan untuk memulai usaha baru. Hal tersebut ditegaskan dalam syarat-syarta UMKM yang akan menjadi calon debitur KUR.

Syarat untuk menjadi debitur KUR minimal memenuhi syarat; usaha atau bidang usaha sudah berjalan minimal 6 bulan, dibuktikan dengan melampirkan surat ijin usaha dari pihak terkait; KTP elektronik; untuk KUR kecil disyaratkan jaminan berupa aset tetap (tanah dan atau bangunan)  atau asset berharga yang senilai; dan syarat tambahan lain yang ditetapkan oleh bank penyalur.

Calon debitur (pelaku UMKM) dapat mengajukan untuk mengikuti program KUR ini dengan langsung menghubungi bank-bank penyalur. Untuk di regional Kalimantan Utara bank yang ditunjuk sebagai penyalur KUR pada tahun 2020 adalah BRI, BNI, Mandiri, BDP Kaltimtara, dan BTN.

Penyaluran KUR di regional Kalimantan Utara pada tahun 2020 sampai dengan bulan Oktober mencapai Rp262,11miliar untuk akad dan sudah diakses oleh 4.242 debitur. Dilihat dari capaian nasional Provinsi Kaltara menduduki peringkat ke-2 paling kecil dalam penyaluran KUR.

Jika dilihat per kabupaten akan terlihat seperti; Tarakan 1.314 debitur dengan nilai akad Rp88.716.070.000; Nunukan 1.716 debitur dengan nilai akad Rp94.054.400.000; Bulungan 790 debitur dengan nilai akad Rp54.226.500.000; dan Malinau 224 debitur dengan akad Rp17.775.000.000. Data ini diunduh dari SIKP pada 15 Oktober 2020.

Melihat perkembangan penyaluran KUR di wilayah Provinsi Kaltara yang relatif masih rendah, hendaknya menuntut peran serta aktif pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Koperasi, sebagai Pembina UMKM baik ditingkat provinsi, kota, maupun kabupaten untuk mendata UMKM di wilayah kerjanya yang belum memperoleh bantuan tambahan modal khususnya program KUR ini.

Juga UMKM yang berpotensi untuk mengembangkan usahanya dapat diusulkan untuk menjadi calon debitur potensial. Data yang dimaksud bisa direkam oleh dinas yang bersangkutan ke dalam SIKP sehingga pihak bank penyalur dapat melihat potensi debitur yang akan dijadikan calon debitur KUR.

UMKM dipilih sebagai sasaran utama program KUR ini karena secara umum UMKM terbukti bisa menjadi soko guru perekonomian baik regional maupun nasional yang lebih sustainable dan lebih secara langsung dapat menggerakan pertumbuhan ekonomi. Kemudian jika dilihat dari sejarah, UMKM juga lebih bisa bertahan menghadapi krisis ekonomi, dibanding dengan perusahaan-perusahaan dengan kompleksitas dan level yang lebih tinggi.

Seperti dalam masa pandemi ini, pemerintah pusat selain berfokus pada pemulihan pandemi (bidang kesehatan), juga berfokus pada pemulihan ekonomi. Salah satunya dengan adanya progam PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional).

Dalam program PEN ini juga menyentuh sisi kredit program yang salah satunya adalah KUR, yaitu dengan adanya tambahan subsidi bunga bagi debitur KUR yang terdampak COVID-19, dan peluncuran klasifikasi KUR yang baru, yaitu KUR Supermi (KUR Super Mikro), yang memiliki keunggulan dibanding KUR biasa adalah tanpa mewajibkan jaminan atau agunan. Tetapi dengan plafon maksimal yang lebih kecil, yaitu maksimal Rp10 juta.

Pada tahun 2020 ini bentuk usaha yang dapat dibiayai oleh program KUR lebih bervariatif dan bisa dikatakan dari segala lini usaha berhak untuk mendapat fasilitas subsidi bunga ini, jika memenuhi syarat-syarat yang sudah ditetapkan. Sebagai contoh usaha di sektor pertanian, perdagangan, jasa, transportasi, pergudangan, perikanan, perkebunan, dan sektor-sektor usaha lainnya.

Dengan program KUR yang secara garis besar merupakan program bantuan modal usaha dengan tingkat bunga yang relatif sangat rendah karena mendapatkan subsidi bunga dari pemerintah, maka diharapkan masyarakat dalam hal ini pelaku UMKM dapat lebih mengembangkan usaha. Kemudian memberi efek positif bagi perkembangan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan, serta diproyeksikan dapat menambah lapangan kerja baru.

Untuk informasi tentang KUR, dapat menghubungi kantor-kator cabang Bank penyalur, dan juga dapat menghubungi Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharan Kalimantan Utara. (*)

*) Penulis adalah Kepala Seksi Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II-c Kanwil DJPb Kaltara

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah