Ekonomi Bisnis

Dekranasda Malinau Dorong Pengrajin Lokal Produktif

Ketua Dekranasda Malinau Maylenti Wempi berkunjung ke pengrajin batik. (foto: Sollaimansyah)

MALINAU, Koran Kaltara – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Malinau mendorong dan memberikan motivasi  kepada para pelaku pengrajin lokal untuk produktif. Apalagi, saat ini sudah banyak pengrajin bermunculan.

“Kami merasa bangga dengan adanya pengrajin rotan, pengrajin pandan, bambu,  kemudian pembatik, pemayet manik juga banyak sekali di Malinau,” ungkap Ketua Dekranasda Malinau Maylenti Wempi kepada Koran Kaltara, Rabu (29/9/2021).

Menurut Maylenti, pihaknya akan berupaya mendorong para pengrajin untuk dapat meningkatkan kualitas produknya.

“Kualitas produk ini sangat penting. Dan memang harus diperhatikan sehingga bisa dipasarkan dan mampu bersaing,” ujarnya.

Sebenarnya, kata dia, sebagian produk rotan di Malinau sudah sampai tingkat nasional. “Tetapi kualitas dari produk juga dipertahankan dan dikreasikan lagi,” jelasnya.

Dia mengatakan, bahwa para pengrajin harus lebih aktif memanfaatkan teknologi untuk memasarkannya.

“Harus lebih aktif mempromosikan ke media sosial. Dan lebih inovatif membuat model-model yang baru. Supaya ada daya tarik dari setiap konsumen yang akan mencari produk rotannya,” tuturnya.

Termasuk, kata dia,  para pengrajin pandan dan bambu. Para pengrajin harus lebih aktif berkreasi, misalnya membuat tas dan sebagainya.

“Sehingga tidak hanya rotan menjadi tas, yang bisa ke tingkat nasional. Tapi dari pandan dan bambu juga bisa bersaing,” harapnya.

Sedangkan batik, menurut dia, sebenarnya di Kabupaten Malinau kaya motif.

“Tinggal kami sebagai wadah atau menampung mencari solusi untuk mempromosikan agar kualitas batik lebih dilirik,” katanya.

Dia berharap produk lokal di Malinau lebih bisa bersaing dengan produk luar daerah.  “Khusus untuk sekarang, Dekranas membantu memasarkan lewat media online. Kemudian kita datangi setiap pengrajin untuk memberi semangat,” ungkapnya.
Dia mengharapkan para pelaku pengrajin dapat melibatkan anak-anak muda untuk pembuatan dan lainnya.

“Jadi libatkan juga anak muda. Seperti menganyam, membatik dan kerajinan lainnya. Agar tidak terputus pada generasi orangtua saja. Melainkan bisa turun temurun,” jelasnya.

Maylenti mengharapkan anak-anak muda jangan pernah malu belajar kerajinan.

“Anak-anak muda juga harus terlibat dalam kerajinan lokal,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sollaimansyah
Editor: Sobirin

 

TOPIK TERKAIT:

Bupati Berharap Showroom Mini Bisa Promosikan Produk Lokal

Produk Lokal dengan Selera Global

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment