Politik

Dari 12 Parpol, Satu Tak Ajukan Proposal

Muhammad Haris

TARAKAN, Koran Kaltara – Berdasarkan data dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), dari 12 partai politik (parpol) yang berhak mendapatkan dana bantuan keuangan, hanya Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang tidak mengajukan proposal. Hal ini diungkapkan Kepala Kesbangpol Tarakan, Muhhamad Haris.

Menurutnya, Laporan Pertanggungjawaban (LPj) penggunaan dana bantuan keuangan masih dalam proses verifikasi. Beberapa parpol juga melakukan perbaikan data-data kecil yang belum lengkap.

Di Tarakan terdapat 12 parpol yang berhak mendapatkan dana bantuan keuangan 2020, namun ternyata ada satu parpol yang tidak mengajukan proposal, yaitu PPP. Oleh karena itu, yang bersangkutan tidak wajib menyerahkan LPj.

“Hanya ada satu parpol dari 12 yang tidak menyerahkan proposal di 2020 kemarin, karena mereka ada dualisme kepengurusan sehingga tidak ada dana bantuan. Untuk 2021 kami belum melakukan proses, karena masih melakukan verifikasi LPj penggunaan dana bantuan tahun 2020,” terangnya, Minggu (28/3/2021).

Lebih lanjut dikatakan Haris, hasil verifikasi LPj ini nantinya juga akan menjadi acuan pemberian dana bantuan keuangan di 2021. Karena Kesbangpol berhak untuk tidak memberikan dana bantuan kepada parpol, jika sekiranya tidak patuh administrasi.
“Saya juga sudah tekankan kepada pengurus parpol, sebelum ada peringatan dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) saya sudah duluan kasih tahu mereka untuk melengkapi administrasi LPj. Secara garis besar pemeriksaan LPj sudah berakhir dan tidak ada persoalan,” ungkapnya.

Meskipun belum bisa memastikan apakah di 2021 masih ada dana bantuan keuangan ke parpol, namun Haris mengaku masih menunggu hasil verifikasi LPj.

Dari 11 parpol yang mendapatkan dana bantuan keuangan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapatkan porsi paling besar yaitu Rp123.614.684. Besaran bantuan ini berdasarkan jumlah suara yang didapat pada pemilu sebelumnya yaitu 13.498 suara.

Sedangkan untuk Partai Persatuan Indonesia (PPI) merupakan parpol yang mendapatkan dana bantuan keuangan paling kecil dari APBD Tarakan, yaitu Rp47.639.916 dengan perolehan suara sebanyak 5.202.

Sedangkan total dana bantuan keuangan yang diberikan oleh pemerintah kota Tarakan kepada parpol selama 2020 sebesar Rp1.013.744.810.

“Dana bantuan ini hanya boleh digunakan oleh parpol untuk operasional sekretariat maupun sosialisasi politik ke masyarakat,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa
Editor: Rifat Munisa

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah