Tarakan

Dapat Limpahan Pegawai, Kantor DLH Kekurangan Ruangan

Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Tarakan yang berada di Jalan Halmahera. (Foto: Sofyan)

TARAKAN, Koran Kaltara – Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tarakan yang berada di Jalan Halmahera, harus menerima limpahan beberapa pegawai, baik PNS maupun tenaga kontrak dari dua organisasi perangkat daerah (OPD), sehingga jumlahnya lebih dari 100 orang. Hal ini menyebabkan ruang kerja yang terbatas dan kekurangan tempat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tarakan, Hariyanto mengatakan, bahwa pihaknya telah mendapatkan limpahan pegawai dari bidang pertamanan yang sebelumnya di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang.

Selain itu, bidang pemakaman yang awalnya di Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kota Tarakan juga alihkan ke DLH.

“Karena ada pelimpahan tadi, sehingga karyawan baik ASN (Aparatur Sipil Negara) maupun kontrak di kita menjadi ratusan, sehingga tidak ada tempat lagi untuk bekerja. Makanya kita menata kondisi yang ada supaya sama-sama jalan. Kita akan renovasi ruang pertemuan untuk digunakan sebagai ruang kerja,” terangnya, Minggu (17/1).

Untuk itu, Hariyanto mengharapkan dukungan Pemerintah Kota Tarakan maupun DPRD untuk melakukan renovasi. Koordinasi yang dilakukan juga telah mendapatkan respons dari wakil rakyat, rencananya akan menggunakan dana aspirasi antara Rp50 juta hingga Rp100 juta untuk melakukan perbaikan.

“Alhamdulillah teman-teman DPRD telah merespons. Kalau ada ruangan yang bocor mau diberikan dukungan sekitar Rp100 juta, nanti diambilkan dari dana aspirasi. Jadi ini direnovasi saja karena lahan masih pinjam pakai milik Pertamina,” ungkapnya.

Diketahui, Pemkot Tarakan belum ada lahan, sehingga kantor DLH belum bisa membangun yang baru. Meskipun demikian, Wali Kota Tarakan Khairul telah melakukan koordinasi untuk hibah lahan yang saat ini digunakan untuk fasilitas Pemkot Tarakan.

“Pak Walikota sudah mengomunikasikan dengan pusat, mungkin aset Pertamina akan diserahkan ke kita,” ucap Hariyanto.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III DPRD Tarakan, Edi Patanan menambahkan, bahwa gedung kantor DLH butuh renovasi, karena selain ada penambahan pegawai atap juga bocor saat hujan.

“Tidak layaklah, makanya kami tinjau dan ini memang harus direnovasi. Kami juga sudah tinjau ke ruangan memang bocor-bocor, bahkan masuk ke dalam ruang kerja. Selama ini DLH juga telah mengusulkan ke kami untuk anggaran perbaikan, kita upayakan nanti di penganggaran perubahan,” ucapnya. (*)

Reporter: Sofyan Ali Mustafa
Editor: Didik

Mari cegah penyebaran Covid-19 dengan;

  • Memakai masker
  • Mencuci tangan
  • Menjaga jarak
  • Mengurangi mobilitas dan interaksi
  • Menghindari kerumunan