Bulungan

Danrem Pastikan TNI Netral di Pilkada

BERSINERGI : Danrem 092/Maharajalila Kaltara, Brigen TNI Suratno (paling kiri) saat diwawancara soal sinergitas TNI/Polri jelang Pilkada nanti. (Foto : Ramlan/Koran Kaltara)
  • Demokrasi Picu Konflik, Polri Petakan 3 Kategori Rawan di Bulungan

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pesta demokrasi yang akan digelar pada Desember 2020 mendatang, menjadi atensi dari Komandan Korem (Danrem) 092/Maharajalila Kaltara, Brigen TNI Suratno. Ia mengingatkan kepada seluruh jajaran TNI di Kaltara untuk melakukan pencegahan dini dalam mengantisipasi kemungkinan terjadinya konflik. Tidak hanya itu, Danrem juga menegaskan agar seluruh TNI yang ada di Kaltara bisa bersikap netral dalam Pilkada nanti.

“Untuk Pilgub dan Pilbub di Kaltara ini, saya memang sudah mewanti-wanti dari jauh-jauh hari. Saya juga sudah ingatkan seluruh TNI harus bersikap netral dan tidak boleh ikut berpolitik praktis. Kita tetap menjalin sinergi dengan Polri sehingga bisa mengamankan jalannya pilkada ini dengan baik tanpa kita ikut di dalam politiknya itu,” katanya kepada Koran Kaltara, Senin (29/6/2020).

Belajar dari tahun 2015 silam, pihaknya juga sudah mengantisipasi agar tidak terjadi lagi. Dalam waktu dekat, lanjut Danrem, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan para pelaku politik yang ada di Kaltara untuk menyamakan persepsi menciptakan Pilkada yang damai. Karena ia yakin, penyebab kerusuhan ketika pesta demokrasi itu adalah para pendukung calon yang tidak menerima hasil dari pemilihan.

“Kita nanti akan melakukan pendekatan kepada masing-masing calon maupun pendukung mereka. Kita tidak ingin kejadian tahun 2015 lalu terjadi lagi.  Pendekatan dalam artian disini demi pengamanan. Bukan pendekatan untuk mendukung salah satu tetapi mmberikan pengertian kepada para calon bagaimana para calon ini bisa mmngendalikan massanya,” bebernya.

“Nanti juga ada deklarasi siap kalah dan siap menang. Kalau dalam pesta demokrasi itu kan, kalau memang kalah yah sudah harus terima. Pendukung tidak boleh ikut-ikut atau buat rusuh. Kita serahkan semua kepada penyelenggaran (KPU dan bawaslu) nanti,” sambung Danrem.

Sementara  itu, Kapolres Bulungan AKBP Teguh Triwantoro mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan pemetaan daerah-daerah rawan timbulnya konflik jelang Pilkada nanti. Untuk Pilkada di Bulungan, sudah dibagi atas tiga kategori, yaitu kategori rawan, kategori aman, kemudian sangat rawan. Untuk penguatan personel, kata Kapolres, kemungkinan akan di pertebal pada daerah yang masuk dalam kategori sangat rawan.

“Untuk TNI/Polri (di Bulungan) sudah siap dalm rangka pengamanan (Pilkada). Kita sudah lakukan maping atau petakan daerah-daerah yang masuk kategori rawan, kategori aman, kemudian sangat rawan,” bebernya.

Lanjut dikatakan Kapolres, adanya penyebaran berita hoax memang akan menjadi perhatian penting setiap pesta demokrasi. Selain berita hoax, adanya tindakan propaganda, money politik (politik uang), black campaign (kampanye gelap) juga sangat memungkinkan dilakukan oleh oknum-oknum. Khusus untuk propaganda, apabila nantinya propaganda ini berhasil, tentu akan memberikan dampak yang cukup serius. “Kalau persiapan kita sendiri, sudah masuk tahapan. Kita juga sudah tentukan untuk kegiatan-kegiatan dalam rangka menyatukan persepsi demi menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif,” pungkasnya. (*)

Reporter: Ramlan
Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah