Headline

Dana Transfer ke Daerah Lebih Cepat Terealisasi

Kantor DJPb Kaltara. (Dok/Koran Kaltara)
  • Selama Pandemi, Pemerintah Pusat Terbitkan Relaksasi Aturan Pencairan Anggaran

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) di wilayah Kalimantan Utara, tercatat lebih cepat terealisasi selama pandemi covid-19. Demikian dikonfirmasi Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara (DJPb) Kaltara, Indra Soeparjanto, Jumat (16/10/2020).

Dijelaskan Indra, realisasi TKDD di Kaltara hingga akhir September 2020 tercatat sebesar Rp5,74 triliun. Atau 86 persen dari  alokasi berdasarkan Perpres 72/2020. Tingkat persentase realisasi terhadap alokasi pada triwulan III 2020, mengalami pertumbuhan sebesar 15,9 persen dibandingkan capaian periode triwulan III 2019 yang tercatat sebesar 69,3 persen.

“Selain itu, nominal realisasi TKDD periode triwulan III 2020 juga mengalami peningkatan dari periode yang sama tahun 2019 sebesar Rp4,95 triliun.,” ungkapnya.

Menurut Indra, peningkatan kinerja realisasi TKDD pada triwulan III 2020 dipengaruhi oleh respon fiskal Pemerintah Pusat dalam menghadapi pandemi Covid-19. Yakni melalui kebijakan relaksasi syarat penyaluran TKDD untuk mendukung akselerasi Belanja di Pemerintah Daerah.

“Relaksasi penyaluran TKDD menjadi bagian dalam rangka pemulihan ekonomi. Terutama yang bersumber DAK Fisik, DAK Non Fisik (Dana BOS dan Dana BOK) dan Dana Desa,” paparnya.

Indra memaparkan, kinerja realisasi seluruh komponen TKDD tumbuh positif pada triwulan III 2020 bila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2019. Hanya komponen Dana Alokasi Umum (DAU) saja yang menurun karena kebijakan pemerintah pusat.

Lebih detail, DJPb Kaltara mencatat komponen DAU terealisasi sebesar Rp3,14 triliun. Atau 84,1 persen terhadap alokasi keseluruhan. Turun sebesar 2,3 persen dari realisasi triwulan III 2019.

“Seperti yang saya sampaikan, penurunan dibandingkan tahun sebelumnya karena ada kebijakan pemerintah pusat. Alokasi DAU diturunkan dalam rangka refocusing dan realokasi postur APBN untuk menghadapi dampak pandemi COVID-19,” jabarnya.

Sementara itu, Dana Bagi Hasil (DBH) terealisasi sebesar Rp1,06 triliun. Atau 88,1 persen terhadap alokasi keseluruhan. “ Tumbuh sebesar 16,5 persen dari realisasi triwulan III 2019 untuk komponen DBH di Kaltara,” ujar Indra.

Adapun, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik terealisasi sebesar Rp621,8 miliar. Atau 96,0 persen terhadap alokasi keseluruhan. “Untuk komponen DAK fisik kita, tumbuh sebesar 125,3 persen dari realisasi triwulan III 2019,” jelasnya.

Kondisi serupa juga terjadi pada komponen DAK Non fisik yang realisasinya tumbuh 125,3 persen dibandingkan tahun 2019. Nominal realisasi DAK Non Fisik tercatat sebesar Rp347,7 miliar. “DAK Non Fisik kita sudah terealisasi 85,6 persen dari total pagu tahun 2020,” ujarnya.

Pada komponen Dana Insentif Daerah (DID), dikatakan Indra sudah terealisasi sebesar Rp162,2 miliar. Atau 100 persen dari total alokasi tahun ini. Terakhir di komponen Dana Desa, realisasinya sebesar Rp373,7 miliar.

“Dana Desa kita sudah terealisasi 77,4 persen. Tumbuh sampai 34,7 persen dari realisasi tahun lalu. Memang ada sejumlah relaksasi kebijakan pencairan dana desa selama pandemi ini. Sehingga penyaluran bisa lebih cepat dibanding sebelumnya,” kata Indra.(*)

Reporter: Agung Riyanto

Editor: Nurul Lamunsari

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah