Ruang Publik

Dampak Covid-19 Terhadap Ekonomi di Kaltara

Fitri
  • Oleh: Fitri Puspitasari, S.ST

CORONAVIRUS atau kini biasa disebut Covid-19 ibarat sebuah domino yang pertama kali jatuh. Ia membuat domino lainnya ikut berjatuhan seperti efek domino. Biasa disebut dengan reaksi berantai, efek domino merupakan efek kumulatif yang disebabkan oleh suatu peristiwa yang mengakibatkan terjadinya peristiwa lainnya.

Seperti domino yang disusun secara berdekatan dan sejajar, apabila salah satu domino jatuh maka akan menyebabkan domino lainnya ikut berjatuhan.

Tidak hanya mengguncang dunia kesehatan dan dunia secara bersamaan, ia juga mengguncang dunia pendidikan, ekonomi, bahkan pariwisata. Anak sekolah tidak dapat bersekolah seperti biasanya, ekonomi carut marut menerpa berbagai lapisan masyarakat dan berbagai sektor seperti angin puting beliung yang datang tanpa permisi.

Covid-19 pertama menginfeksi manusia di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada 31 Desember 2019. Pada saat itu seorang pedagang di sebuah pasar hewan dan makanan laut di Wuhan jatuh sakit dan menderita penyakit pneumonia yang belum pernah diketahui. Wuhan merupakan sebuah pusat industri di Tiongkok.

Virus yang penularannya sangat cepat dan korban korban berjatuhan semakin banyak membuat pemerintah Tiongkok menutup akses dari dan ke Wuhan sejak tanggal 23 Januari hingga 8 April 2020. Sejak saat itu berbagai industri melemah, bisnis terpaksa tutup, dan akses transportasi dari dan ke daerah tersebut berhenti total.

Hal tersebut membuat pertumbuhan ekonomi di Tiongkok mengalami kontraksi. Dikutip dari laman tradingeconomics.com,  pertumbuhan ekonomi triwulan pertama (year on year) di Tiongkok terkontraksi sebesar 6,8 persen yang belum pernah terjadi di Tiongkok.

Melirik Indonesia, sebagai negara di Asia Tenggara yang terakhir terpapar Covid-19, pada triwulan pertama (y o y) di tahun 2020 ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 2,97 persen. Jauh tumbuh melambat dibandingkan dengan tahun 2019 yang tumbuh sebesar 5,07 persen.

Meskipun kasus pertama Covid-19 di Kalimantan Utara diumumkan pada tanggal 27 Maret 2020, efek dari virus ini sudah terlebih dahulu menghantam provinsi termuda di Indonesia ini.

Pertama, perdagangan dengan Tiongkok terganggu. Selanjutnya, penurunan aktivitas masyarakat dalam berinteraksi satu dengan yang lain mulai menurun perlahan-lahan setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan untuk bekerja dan belajar dari rumah pada tanggal 16 Maret 2020.

Kemudian diikuti Pemerintah Malaysia yang mengumunkan kebijakan untuk me-lockdown negaranya pada tanggal 18 Maret 2020, sebagai upaya menekan penyebaran Covid-19.

Sebagai salah satu provinsi yang berbatasan langsung dengan negeri jiran Malaysia, Kalimantan Utara tentu sangat berdampak dengan tutupnya seluruh pintu masuk ke negara tersebut. Produk Malaysia yang sudah lekat dengan masyarakat perbatasan menjadi sulit didapat sehingga membuat produk-produk dalam negeri mendominasi di wilayah tersebut.

Covid-19 memiliki efek yang luar biasa selain korban jiwa yang tidak sedikit dan menyebabkan kepanikan di seluruh belahan dunia. Semua tatanan aktivitas yang sudah berpuluh-puluh tahun dijalani menjadi berubah dalam waktu yang singkat. Akibat perubahan aktivitas tersebut, perekonomian ikut berdampak.

Pertumbuhan ekonomi Kalimantan Utara di triwulan pertama (q to q) terkontraksi sebesar 1,38 persen apabila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Hal ini normal karena triwulan empat merupakan akhir tahun dimana pemerintah berusaha memaksimalkan anggaran yang ada. Namun apabila dilihat dari pertumbuhan ekonomi (q to q) pada tahun-tahun sebelumnya, pertumbuhan triwulan pertama ini cenderung melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sama halnya apabila dilihat dari tahun ke tahun, meskipun ekonomi Kalimantan Utara triwulan pertama 2020 (y o y) tumbuh sebesar 5,01 persen, dibandingkan dengan triwulan pertama tahun 2019 (y o y) yang tumbuh sebesar 7,13 persen, tahun ini pertumbuhannya melambat.

Pelambatan ini disebabkan oleh berbagai fenomena. Jumlah penumpang transportasi umum menurun karena masyarakat cenderung membatasi bepergian karena imbauan Presiden untuk bekerja dan belajar dari rumah.

Selain itu, wisatawan juga cenderung berkurang, terutama wisatawan mancanegara karena berbagai negara sudah terlebih dahulu terdapat kasus Covid-19 dan membatasi warga negaranya untuk bepergian. Penurunan jumlah wisatawan mancanegara bahkan secara drastis telah terjadi sejak awal tahun 2020.

Penurunan masyarakat yang bepergian juga menyebabkan loss cancellation booking hotel, kamar yang sudah dipesan jauh-jauh hari dibatalkan, diantaranya juga terdapat event-event umum dan pemerintah yang dibatalkan. Tingkat hunian kamar hotel menjadi menurun.

Pada bulan Maret 2020 tingkat hunian kamar hotel hanya mencapai 27,67 persen. Persentase ini menurun apabila dibandingkan dengan bulan Februari 2020 dimana belum terdapat kasus Covid-19 di Kalimantan Utara. Hal yang mengejutkan kembali apabila melihat tingkat hunian kamar hotel pada Maret 2019, penurunannya mencapai 25 persen.

Tidak heran bahwa hotel-hotel di Tarakan terpaksa merumahkan pegawainya, bahkan hingga menyebabkan beberapa hotel tutup.

Impor luar negeri juga menurun, penurunan impor terbesar terjadi pada bulan Maret 2020 dari Tiongkok. Apabila dibandingkan dengan bulan Februari 2020 perubahannya mencapai -99,59 persen. Sedangkan impor dari Malaysia perubahannya mencapai -97,67 persen. Keduanya nyaris mendekati 100 persen.

Di samping berbagai penyebab tidak maksimalnya pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara, pertumbuhannya patut disyukuri. Ekonomi Kalimantan Utara dapat tumbuh karena sektor konstruksi, informasi dan komunikasi, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan.

Sebagai provinsi termuda, pembangunan masih menjadi hal yang utama, disamping itu peningkatan aktivitas di dunia digital selama masa pandemi telah menjadi penyelamat perekonomian.

Pemerintah daerah tidak boleh lengah dengan pencapaiannya di triwulan pertama. Perilaku masyarakat telah berubah sejak Maret 2020 hingga saat ini, perekonomian menjadi tidak bebas seperti dikekang selama tiga bulan terakhir. Prediksi peningkatan jumlah pengangguran dan masyarakat miskin diungkapkan oleh berbagai ahli.

Dana bantuan pemerintah dikucurkan bagi warga yang terdampak corona. Bantuan pemerintah tidak dapat terus dikucurkan, ekonomi tetap harus berjalan agar masyarakat dapat hidup seperti sedia kala. Masyarakat tidak betah berdiam diri dirumah selama hampir 3 bulan tanpa melakukan apapun dan tanpa penghasilan. Sampai vaksin Covid-19 ditemukan, new normal menjadi solusi pemerintah saat ini.

Dengan menjalankan protokol kesehatan, satu-persatu bisnis mulai dibuka. Meskipun poster protokol kesehatan tersebar diberbagai titik vital dimasing-masing daerah, tidak semua masyarakat peduli terhadap protokol kesehatan yang dijalankan.

Oleh karenanya, tindakan yang tegas dari pemerintah daerah mengenai protokol kesehatan harus ditegakkan karena hal ini sangat berpengaruh kepada keselamatan kesehatan bersama. (*)

*) Penulis adalah pejabat fungsional di BPS Kaltara

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah