Tana Tidung

Daging Sapi di KTT Dipasok dari Luar Daerah

Hewan kurban di Tana Tidung. (Foto: Hanifah)

TANA TIDUNG, Koran Kaltara – Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Ikhtaful Maskur mengakui hingga saat ini produksi sapi lokal yang dikelola oleh peternak di Kabupaten Tana Tidung (KTT) sangat minim.

Guna memenuhi kebutuhan daging sapi, masyarakat memasok daging dari luar daerah.

“Sampai saat ini peternak lokal masih minim berproduksi, dan kalaupun masyarakat mau membeli di sini harus pastikan asal sapi tersebut. Apakah berasal dari bantuan pemerintah karena peternak masih harus mengangsur dari pemerintah ataukah memang murni milik sendiri. Sebaiknya memang membeli dari luar daerah saja,” kata dia, Kamis (2/7/2020).

Pembelian sapi atau daging sapi dari luar daerah sangat diharapkan, agar dapat meningkatkan populasi kehidupan sapi di KTT.

Lagi pula tingkat konsumsi masyarakat hanya sekitar 1,3 ton saja per pekannya sehingga memasok dari luar daerah menjadi pilihan utama.

“Ini juga mengacu pada Surat Edaran (SE) Bupati Tana Tidung tentang peternakan hewan, untuk memenuhi target peningkatan populasi sapi di KTT diimbau seluruh masyarakat supaya mendatangkan sapi dari luar daerah, baik itu untuk kebutuhan konsumsi sendiri, untuk hajatan ataupun untuk hewan kurban,” tambah dia.

SE Nomor: 520/158/DPPP-PKH/VI/2020 tertanggal 17 Juni 2020 pada point 4, dengan mendatangkan sapi dari luar daerah, tidak akan menganggu populasi sapi yang diternak oleh peternak lokal.

Target pemerintah memenuhi ketahanan pangan nantinya KTT sebagai pengimpor daging sapi keluar daerah.

Kemudian point 5, apabila membeli ternak sapi di wilayah KTT harus meminta bukti surat pelunasan atau surat keterangan kepemilikan ternak pribadi yang diketahui oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan dari penjual sapi yang bersangkutan.

Hewan Kurban dari Luar Daerah Harus Ada Surat Sehat

Sementara itu, jelang Iduladha, stok hewan kurban saat ini ada sekitar 37 ekor sapi dan 20 ekor kambing. Hewan kurban ini didatangkan dari luar daerah.

Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Hardan Yusri mengatakan, untuk dapat masuk ke Kabupaten Tana Tidung (KTT), pemasok harus menyertakan surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal.

“Jika tidak melampirkan atau menyertakan surat keterangan kesehatan hewan, pasti akan langsung kami tolak. Hal ini sudah menjadi ketentuan yang harus diikuti, termasuk bagi masyarakat yang ingin mendatangkan hewan kurban dari luar daerah pun tetap kita berlakukan hal yang sama,” kata Hardan Yusri, Kamis (2/7/2020).

Ikhtaful Maskur menambahkan, untuk kebutuhan petugas penanganan hewan kurban, ada sembilan orang yang disiagakan yakni untuk pelaksanaan kegiatan kurban, waktu pelaksanaan, pemeriksaan dan pengawasan kesehatan.

“Ketika ada hewan kurban yang datang dari luar KTT, kita cek kesehatannya dan pastikan memiliki surat keterangan kesehatan hewan dari dinas daerah asal yang berkompeten. Setelah itu beberapa hari sebelum pelaksanaan kurban, kita cek ulang apakah sapi itu masih sehat, atau mengalami penurunan kesehatannya,” jelasnya.

Tahapan itu dilakukan karena dikhawatirkan terlalu lama di tempat kurban biasanya tidak terlalu dirawat sehingga kesehatan menurun yang membuatnya tidak bisa dikurbankan,” papar dia.

Pengawasan dan pemeriksaan hewan kurban pada 1441 Hijriyah atau Tahun 2020 ini mengacu pada Surat Edaran (SE) Bupati Tana Tidung per tanggal 17 Juni 2020 dengan Nomor : 520/158/DPPP-PKH/VI/2020 tentang pelaksanaan kegiatan kurban.

Dalam surat edaran itu secara garis besar mengarahkan agar pelaksaan kegiatan hewan kurban perlu dilakukan penyesuaian dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk pencegahan atau penularan Covid-19. (*)

Reporter: Hanifah
Editor: Didik

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah