Nunukan

Daftar Gugatan Perkara di Pengadilan Agama Bisa dari Rumah

Ketua PA Nunukan Muhammad Ridho saat melaunching aplikasi SIP-PASTI. (foto: Asrin)

NUNUKAN, Koran Kaltara – Satu per satu pelayanan masyarakat dialihkan melalui sistem online. Seperti pelayanan yang baru saja diluncurkan Pengadilan Agama (PA) Nunukan, Selasa (15/9/2020) pagi.

Pelayanan berbasis online dengan menggunakan aplikasi itu bisa di download melalui smartphone android. Sistem ini dinilai sangat efektif memangkas waktu dan biaya.

Ketua Pengadilan Agama Nunukan Muhammad Ridho menyampaikan bahwa aplikasi itu bernama Sistem Informasi Perkara Peradilan Agama Simpel dan Terintegrasi (SIP-PASTI).

Secara umun, aplikasi ini diperuntukkan bagi masyarakat di kecamatan-kecamatan yang jauh dari Kantor Pengadilan Agama.

” Tidak perlu datang ke kantor pengadilan, cukup di rumah saja. Tinggal download aplikasinya di playstore. Nah, dalam aplikasi ini semua menu sudah ada,” ungkapnya kepada Koran Kaltara, Selasa (15/9/2020).

Bahkan, kata dia, perkara persidangan melalui elektronik juga tersedia di daftar menu aplikasi tersebut.

“Jadi di situ (dalam aplikasi), mereka melakukan verifikasi. Minta permohonan. Nanti dari sini (Kantor PA) akan memberikan notifikasi dan memberitahukan cara-caranya, apa saja yang harus dilakukan,” ujarnya.

Menurut dia, masyarakat wajib memiliki akun email dan KK. “Kalau perceraian, harus punya bukti buku nikah. Nantinya dikirim melalui email yang ada di aplikasi,” tambahnya.

Selain itu, kata dia, pengajuan gugatan bisa dilakukan di aplikasi tersebut. Nama menunya gugat mandiri.

“Tinggal klik, isi nama, pernikahan, dan penyebabnya apa. Dan amar putusannya juga ada disitu. Jadi, tinggal di pdf lalu bisa di print out,” bebernya.

Menurut dia, aplikasi ini dapat memangkas biaya dan memangkas waktu. Contoh, masyarakat di Tulin Onsoi, apabila ke Kantor Pengadilan Agama, berapa biaya dan waktu yang akan dikeluarkan untuk mengajukan gugatan.

Apalagi, ini sejalan dengan asas pengadilan, yakni cepat, sederhana dan biaya ringan.

“Kita harus cepat. Lewat dari rumah sudah bisa. Sederhana. Tidak berbelit belit mengurusnya. Bikin gugatan dari rumah saja, biaya ringan. Apalagi pihak lawan juga melakukan yang sama. Artinya tidak buang waktu banyak. Nanti mereka jawab menjawab lewat aplikasi dan dikirimkan lewat email masing-masing,” tuturnya.

Ke depanya, PA akan melakukan kerja sama dengan kecamatan-kecamatan dan Kantor Urusan Agama (KUA).

“Karena mereka-mereka di sanalah yang tahu permasalahannya seperti apa. Sehingga, kita juga akan melakukan verifikasi,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Timur, H. Abdullah tampak ikut menyaksikan launching aplikasi ini secara virtual.

Dia mengatakan sistem tersebut merupakan inovasi dari Kantor Pengadilan Agama Nunukan yang transparan dan terintegritas.

Dia berharap Pengadilan Agama Nunukan lebih meningkatkan kerja sama antar lembaga di Kabupaten Nunukan. Sehingga bisa memberikan layanan bermanfaat dan prima bagi masyarakat di perbatasan. (*)

Reporter: Asrin
Editor: Sobirin

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer
  • Gunakan masker apabila keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah