Hukum Kriminal

Curi HP Pasien RS, Aksi MS Terekam CCTV

Pelaku pencurian HP pasien di RSUD Tarakan terekam CCTV. (Foto ilustrasi/pixabay)
TARAKAN, Koran Kaltara – Terekam CCTV masuk ke dalam salah satu ruang perawatan yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, MS alias Aco diamankan sekuriti setelah menerima laporan pencurian di ruangan yang dimasuki pelaku.

Selain aksinya terekam CCTV, barang bukti yang dicuri pelaku juga masih dalam penguasaannya.

Kapolsek Tarakan Timur AKP Faisal menuturkan, pihaknya mendapatkan laporan tentang pelaku pencurian yang tertangkap basah melakukan aksinya di ruang Anggrek lantai 3 RSUD Tarakan, Rabu (6/10/2021) pekan lalu.

“Ada kecurian di dua kamar. Saat kami tiba di rumah sakit dan dilakukan penggeledahan badan, barang buktinya masih ada sama pelaku, empat unit HP. Jadi MS tidak bisa mengelak lagi,” ujarnya, Minggu (10/10/2021).

Modus MS memanfaatkan pasien dan keluarganya yang tertidur. Ia juga memilih waktu di malam hari untuk memudahkan melakukan pencurian.

Niat MS bersama temannya ini datang ke rumah sakit juga memang untuk mencuri, bukan karena ada kesempatan saat menunggu kerabat yang sakit.

“Pelaku memanfaatkan situasi, kelengahan pada saat para penunggu pasien sedang tidur,” tuturnya.

MS juga mengaku sudah dua kali melakukan pencurian. Pengakuannya ini sesuai juga dengan bukti rekaman CCTV yang ada. Namun, untuk barang bukti ada beberapa yang diamankan dan sebagian sudah dibawa lari temannya.

Sedangkan temannya sudah berhasil melarikan diri dengan membawa satu unit HP dan uang Rp2, 5 juta.

“Rata-rata korbannya ini orang yang dari luar Tarakan. Jadi memang bawa uang dan disiapkan untuk keperluan pasien selama dalam perawatan lah. Tapi malah diambil pelaku,” tandasnya.

Dengan adanya insiden pencurian di RSUD Tarakan ini, ia meminta agar para keluarga pasien yang sedang menjaga untuk lebih berhati-hati menyimpan barang berharganya.

Namun sebaiknya tidak tertidur lelap dan bergantian saat berjaga. Sehingga tidak dimanfaatkan oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Pintar para pelaku ini. Padahal uang dan HP sudah disimpan di tempat aman, masih tetap berhasil ditemukan pelaku. Kan keluarga pasien sedang tertidur, jadi mudah saja pelaku gerilya mencari barang korbannya,” bebernya.

Ada dua laporan polisi yang diproses, dengan kerugian Rp4 juta lebih.

Sementara MS ini pernah dipenjara namun bukan kasus pencurian, melainkan kasus pengeroyokan. Polisi juga tengah melakukan pengejaran terhadap rekan kerja MS yang bersama-sama melakukan pencurian.

“MS kami sangkakan dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman pidana 5 tahun penjara,” tegasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Rifat Munisa

TOPIK TERKAIT:

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment