Ekonomi Bisnis

Cuaca Ekstrim, Harga Sayuran Ikut Ekstrim

Pedagang sayuran di pasar tradisional di Tarakan. (Foto: Sahida)

TARAKAN, Koran Kaltara – Harga sayuran di sejumlah pasar tradisional mengalami kenaikan, sejak akhir Desember 2020 lalu. Kenaikan harga ini, selain menjelang moment Natal dan tahun baru, juga diakibatkan cuaca ekstrem yang terjadi sejak Januari 2021 lalu.

Salah satu pembeli di Pasar Gusher, Nur Laily menuturkan, ia membeli sayur Sawi dengan harga Rp6 ribu per ikat, padahal harga normalnya di kisaran Rp4 ribu sampai Rp5 ribu. Sedangkan untuk sayur Bayam juga masih di harga Rp7 ribu per ikat sejak Januari lalu, bahkan beberapa waktu lalu harganya sempat mencapai Rp8 ribu sampai Rp9 ribu.

“Harganya sudah mulai menurun ini, mudahan sudah kembali normal minggu depan,” katanya kepada Koran Kaltara, Minggu (21/2/2021).

Kepala Dinas Pertanian dan Tanamam Pangan, Elang Buana menuturkan, pasokan sayuran hijau di pasaran menurun karena hujan dengan intensitas tinggi terjadi dalam kurun waktu hanya berselang beberapa hari.
“Cuacanya ekstrim ya. Hujannya melebihi waktu yang biasanya, jadi mempengaruhi tanaman,“ tuturnya, dikonfirmasi Minggu (21/2/2021).

Ia jelaskan, untuk Natal dan tahun baru mempengaruhi harga sayuran hanya hingga di awal Januari. Namun saat memasuki pertengahan Januari, cuaca ekstrem melanda wilayah Tarakan dan Kaltara pada umumnya.

Berdasarkan data BMKG, kata Elang, cuaca ekstrim ini akan terus terjadi hingga di akhir Februari. Namun, memungkinkan akan terjadi hingga awal Maret.

“Sebenarnya untuk cuaca ekstrim ini hampir terjadi di seluruh Indonesia. Untuk Pulau Jawa saja sampai banjir bandang. Alhamdulillah di Tarakan tidak ada banjir bandang, tapi cukup pengaruhi tanaman sayuran daun,“ ungkapnya.

Tidak hanya di Tarakan, kenaikan harga sayuran ini juga dirasakan warga di kabupaten lain di Kaltara. Namun, karena jumlah permintaan lebih tinggi di Tarakan, sehingga dampak kenaikan harganya lebih signifikan.

“Hujannya banyak dan sering. Di Tarakan memang biasanya ada perbandingan 20 hari hujan, di malam hari hanya sebentar. Tapi beberapa pekan ini hujannya deras dan sering, kadang sampai pagi,“ imbuhnya.

Saat ini harga sayur juga sudah mulai kembali normal. Meski, stok yang ada di pasar masih belum sama dengan sebelumnya. Ia harapkan masyarakat bisa memanfaatkan halaman depan rumah untuk dijadikan kebun sayur dalam pot  misalnya, untuk bisa membantu kebutuhan sayuran daun di dalam rumah sendiri.

Sayuran daun yang paling berpengaruh dengan cuaca, di antaranya sawi, kangkung, serta sayuran daun lainnya, bahkan lombok. Khusus tanaman lombok ini, kata dia, jika hujan deras bisa membuat bunga tanaman lombok rontok, akhirnya gagal menjadi buah.

“Sekarang sudah mulai turun ini, mudahan sampai pekan depan sudah kembali normal. Sama juga dengan lombok, juga sudah menurun ini harganya,“ pungkasnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Hariadi

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah