Cheito Karno Ashe Terima Penghargaan Ketransmigrasian dari Kementerian Desa – PDTT

Cheito Karno Ashe saat menerima Penghargaan Ketransmigrasian dari Menteri Desa – PDTT, Prof. Dr. Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd.

Dinilai Berperan Aktif dalam Mendukung Revitalisasi Infrastruktur dan Dukungan Peternakan Serta Tanaman Pangan di Kawasan Transmigrasi

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Cheito Karno Ashe menerima anugerah penghargaan dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia. Ashe – demikian disapa, dinilai menjadi Tokoh Masyarakat di Kabupaten Bulungan yang berperan aktif dalam mendukung revitalisasi infrastruktur dan dukungan peternakan serta tanaman pangan di kawasan transmigrasi.

Piagam penghargaan dan Lencana Lencana Satya Transmigrasi diberikan langsung oleh Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Prof. Dr. Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd pada Rapat Koordinasi Transmigrasi 2024 di Makassar, Senin (5/6).

Saat dihubungi media, Ashe menyampaikan terimakasih atas penghargaan yang diberikan kementerian kepada dirinya. Ashe tidak pernah menyangka akan mendapat apresiasi seperti ini dari pemerintah pusat.

“Selama ini saya ikhlas membantu, tidak pernah berharap dapat penghargaan seperti ini, apalagi dari pemerintah pusat,” kata Ashe.

Dedikasi Ashe diketahui bukan baru dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Ashe banyak membantu kegiatan pertanian dan peternakan di kawasan transmigrasi sejak tahun 2000. Seiring berjalannya waktu, Ashe juga membuka kerjasama kemitraan peternakan dengan masyarakat sekitar.

Ashe sudah memiliki banyak program dalam memajukan wilayah dan masyarakat transmigrasi di Bulungan. Dia berharap pihak swasta dan filantropi bisa berkolaborasi dengan pemerintah dalam mewujudkan hal tersebut.

“Saya akan berusaha untuk berbuat lebih banyak lagi ke depan,” imbuhnya.

Ashe memiliki cita cita mewujudkan kawasan transmigrasi sebagai lumbung pangan, seperti yang selama ini dicanangkan pemerintah. Terlebih beberapa lokasi seperti di Desa Tanjung Buka, masuk dalam perencanaan Kawasan Food Estate.

“Apabila saya ada kesempatan dan umur panjang, saya mau membangun rice mill (tempat penggilingan padi menjadi beras), sehingga ada pusat pembelian gabah, itu yang selama ini jadi kendala kebutuhan petani di wilayah transmigrasi,” pungkasnya. (adv)

Reporter: Agung Riyanto

BERITA TERKAIT

Berita terkait tidak ditemukan!

TERPOPULER

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com