Hukum Kriminal

Cekcok Berujung Maut

SH beserta barang bukti keris milik korban. (Foto : Sahida/Koran Kaltara)
  • SH Nekat Tikam Teman Sendiri hingga Tewas

TARAKAN, Koran Kaltara – Cekcok berkepanjangan, membuat pemuda asal Sulawesi Selatan berinisial SH (25) nekat menikam teman kerjanya. Aksi penikaman berlangsung tidak jauh dari tempatnya bekerja, di Jalan Binalatung RT. 12 Kelurahan Pantai Amal.

Sempat duel, LK (22) akhirnya meninggal dunia, tidak lama setelah dilarikan ke RSUD Tarakan.

Kasat Reskrim AKP Guntar Arif Setiyoko melalui Kaur Bin Ops Sat Reskrim Polres Tarakan Iptu Raja Taufik menuturkan, setelah ia mendapatkan informasi perkelahian sekira pukul 22.00 Wita, Sabtu (27/6/2020). Pihaknya pun langsung melakukan olah TKP bersama personel Unit Reskrim Polsek Tarakan Timur.

“Kejadian penganiayaan itu sekira pukul 20.45 Wita malam Sabtu, kita olah TKP jam 10 malam dan pelaku menyerahkan diri bersama keluarganya jam 2 dinihari, Minggu (28/6/2020),” kata Iptu Raja Taufik, Senin (29/6/2020).

Saat cekcok mulut, kata Raja, antara korban dan tersangka memang membawa senjata tajam masing-masing. Korban membawa keris, tersangka membawa badik. Barang bukti yang diamankan baru keris milik korban, sedangkan badik milik tersangka masih dalam pencarian dan belum ditemukan. Pengakuan tersangka lupa membuang di mana.

Korban sebenarnya ada dua orang, kakak LK yang terluka di bagian dada. Kakak korban ini sedang berusaha melerai, namun ikut terkena sabetan senjata tajam, saat keduanya sedang berduel di atas jemuran rumput laut. Kakak korban sudah keluar dari rumah sakit dan hanya rawat jalan.

“Kalau korban ditikam bagian bahu atas, sempat dilarikan di rumah sakit tapi kemudian meninggal. Tersangka juga mengalami luka tusuk di bagian dada dan luka iris di bagian kaki dan jari. Kalau penyebab kematian korban masih belum diketahui, dari rumah sakit nanti yang memutuskan,” tuturnya.

Ia mengaku masih meminta hasil visum dari RSUD Tarakan untuk bisa menyimpulkan penyebab kematian korban. Sedangkan SK dikenakan pasal 353 ayat 3 KUH Pidana subsider pasal 351 ayat 3 KUH Pidana, tentang penganiayaan yang direncanakan dan mengakibatkan korban meninggal dunia dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

Alasan SH nekat menikam korban, mengaku kesal karena kerap dihina oleh korban, sehingga ia pun emosi dan mengambil badik dari kamarnya. Awalnya yang karena salah paham, kemudian terjadi keributan dan setiap hari saling ejek.

“Sesabar-sabarnya juga, kalau dipaksa melawan ya bakal melawan,” kata SH ditemui di sela pemeriksaan polisi, Senin (29/6/2020).

Korban dan pelaku ini, merupakan perantauan ke Tarakan dan bekerja sebagai petani rumput laut. Baru tiba dari Sulawesi Selatan, sekira 6 bulan lalu dan keduanya bekerja di tempat yang sama. Bertemu setiap hari, keduanya bukan semakin akrab malah bertengkar dan saling ejek setiap hari.

Ia mengaku direndahkan korban dan sering diajak berkelahi. Karena sudah sering, akhirnya SH mengaku sudah kehabisan kesabaran meladeni korban. SH juga mengungkapkan sebenarnya korban yang pertama membawa badik, ia membawa badik untuk berjaga-jaga akan terluka.

“Ya cuma jaga-jaga doang. Tadinya sih saya bawa badik itu cuma gertak dia doang. Biar dia segan. Badik saya ambil di kamar. Terus ribut, saya ambil di kamar,” ungkapnya. (*)

Reporter: Sahida

Editor: Hariadi

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah