Kaltara

Cegah Penyelundupan Kepiting, DPRD Minta Pengamanan Ditingkatkan

Anggota DPRD Kaltara, Ambo Intang
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara - Anggota DPRD Kaltara Ambo Intang Azikin meminta kepada pihak berwenang untuk meningkatkan pengawasan terhadap beberapa titik jalur darat di perbatasan Kaltara-Kaltim.  Hal ini penting untuk meminimalisir penyelundupan barang ilegal. Hal ini menyikapi sejumlah kasus seperti perdagangan perikanan yang dilarang. "Kalau melihat kasus ini, artinya jalur darat kita butuh pengamanan ekstra.…

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Anggota DPRD Kaltara Ambo Intang Azikin meminta kepada pihak berwenang untuk meningkatkan pengawasan terhadap beberapa titik jalur darat di perbatasan Kaltara-Kaltim.  Hal ini penting untuk meminimalisir penyelundupan barang ilegal. Hal ini menyikapi sejumlah kasus seperti perdagangan perikanan yang dilarang.

“Kalau melihat kasus ini, artinya jalur darat kita butuh pengamanan ekstra. Ini untuk mempersempit ruang gerak oknum yang melakukan penyelundupan ini,” tegasnya, Minggu (9/12/2018).

Ambo menegaskan, meski bisnis ilegal ini dijalankan dengan dalih menopang perekonomian banyak orang, namun sesuai aturan yang berlaku kepiting betina jelas tidak boleh diperjualbelikan. Pemerintah juga harus bisa memberikan solusi dan tindakan tegas.

Sebab, kasus penyelundupan kepiting bertelur ini bukanlah yang pertama kali.

BACA JUGA: Ratusan Kepiting Bertelur Gagal Diselundupkan

Pelaku Penyelundupan Kepiting Bisa Dijerat 8 Tahun Penjara

“Kalau saya simpel saja, lakukan yang sudah diatur dalam undang-undang atau peraturan. Sekiranya itu menjadi hajat hidup orang banyak tetapi terbentur soal aturan, maka pemerintah harus hadir dan memberikan solusi terbaik,” ujarnya.

Aparat penegak hukum juga diminta untuk tegas dalam menindak setiap aktor yang bermain di balik penyelundupan ini. Jangan sampai, penindakan hanya berlaku pada mereka yang bertindak sebagai eksekutor lapangan dari praktik ilegal.

“Harus ditindak tegas. Karena di sini kita bicara aturan. Aparat juga kita harap bisa membongkar ini sampai ke otak dari penyelundupan itu sendiri,” desaknya lagi.

Lanjut, Ambo mengatakan, bisnis ilegal memang butuh penanganan khusus. Aparat adalah salah satu kuncinya. Pihak terkait ini diminta untuk intens melakukan razia pada jalur yang biasa digunakan oleh para penyelundup untuk memasukkan barang bawaannya.

“Memang aparat harus secara intens melakukan sweeping. Saya rasa mereka paham (tahu) mana jalur yang biasa digunakan para penyelundup itu,” sebut dia.

Dengan ditingkatkannya pengamanan pada jalur darat perbatasan Kaltara-Kaltim, diharapkan bisa menekan aksi  ilegal dan kriminal, termasuk perdagangan kepiting bertelur.

“Kalau pengamanan sudah ditingkatkan, kita yakin mereka akan berpikir dua kali untuk melakukan penyeludunpan,” tandasnya. (*)

Reporter: Dicky Umacina

Editor: Nurul Lamunsari

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 10 Desember 2018