Nunukan

Calhaj Tarik Setoran Pelunasan, Tahun Depan Tetap Bisa Berangkat Haji

H Sayid Abdullah

NUNUKAN, Koran Kaltara – Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan bahwa tanggal 31 Juli 2020 merupakan batas akhir pengajuan pengembalian setoran lunas Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 1441 H/2020 M.

Namun, ada pengecualian bagi calon jemaah haji yang betul-betul sangat membutuhkan, dapat mengajukan pengembalian setelah tanggal 31 Juli dengan mencantumkan alasan yang jelas dan lengkap.

Bagi calon jemaah haji yang menarik setoran pelunasan, tahun depan tetap berangkat haji dengan catatan melunasi kembali biaya perjalanan ibadah haji.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, H. M. Saleh melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, H. Sayid Abdullah mengatakan, sesuai dengan surat edaran dari Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama RI, tanggal 31 Juli 2020 adalah batas akhir pengajuan.

Bagi calon jemaah yang sudah setor lunas tahun ini, dapat mengajukan selisih pelunasannya dengan setoran awal, paling lambat tanggal 31 Juli. Ketentuan ini dikecualikan bagi calon jemaah haji yang betul-betul sangat membutuhkan dengan mencantumkan alasan yang jelas.

Sampai dengan hari ini, Rabu (1/7/2020), ada dua orang calon jemaah haji yang menarik biaya pelunasan ibadah haji. Salah satunya, sudah menerima biaya pelunasan, sedangkan yang satunya lagi, baru kemarin mengajukan.

Prosesnya sangat mudah, yang bersangkutan datang ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nunukan, membawa KTP, bukti setoran lunas dengan fotokopi rekening yang masih aktif.

“Setelah itu, diproses ke PHU Pusat. PHU pusat meneruskan ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH). Dalam jangka waktu tujuh hari sesuai SOP, sudah kembali ke rekening aktif yang bersangkutan,” ujar Sayid, Rabu (1/7/2020).

Ia mengatakan, bagi calon jemaah haji yang tertunda berangkat tahun ini, meskipun menarik selisih setoran awal, tidak berpengaruh dengan jadwal keberangkatan tahun depan.

Sesuai Peraturan Menteri Agama Nomor 494 tahun 2020 tentang Pembatalan Penyelenggaraan Ibadah Haji, bahwa calon jemaah haji yang menarik biaya perjalanan ibadah haji, tetap menjadi prioritas penyelenggaraan ibadah haji tahun depan dengan catatan harus melunasi kembali.

“Artinya tidak hilang haknya untuk berangkat haji tahun depan,” kata Sayid.

Dia menjelaskan, dari 120 kouta pelunasan bagi calon jemaah haji dan cadangan yang melunasi sampai batas waktu yang ditentukan sebanyak 116 orang. Ada empat orang cadangan, tidak melunasi, di antaranya karena sedang berada di Tawau Malaysia, kemudian di Sulawesi sehingga tidak bisa datang ke Nunukan.

Sedangkan dua orang sisanya mengundurkan diri karena lansia, yang mengharuskan memiliki pendamping. (*)

Reporter: Sabri
Editor: Didik

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah