Bus Damri KTT-Tanjung Selor Resmi Beroperasi

Bus damri resmi beroperasi di KTT dengan tujuan Tanjung Selor. Kehadiran bus ini akan akan memangkas biaya perjalanan warga yang selama ini jauh lebih mahal. (Foto: Hanifah/Koran Kaltara)

  • Harga Tiket Rp100 Ribu, Berangkat Setiap Pukul 09.00
TANA TIDUNG, Koran Kaltara - Kabar gembira bagi warga Kabupaten tana Tidung (KTT). Sejak Kamis (31/1) kemarin, bus damri mulai beroperasi perdana dengan rute Desa Tideng Pale Kecamatan Sesayap Kabupaten Tana Tidung (KTT) menuju Tanjung Selor Kabupaten Bulungan setiap hari dengan tarif Rp 100 ribu setiap penumpang. Kehadiran bus damri ini mendapat sambutan positif warga KTT yang selama ini kesulitan dan membutuhkan biaya besar jika ingin berurusan ke Tanjung Selor. Apalagi selama ini banyak urusan administrasi yang mengharuskan warga KTT bepergian ke ibukota provinsi tersebut. Untuk kapasitas, bus damri yang baru beroperasi perdana tersebut maksimum 19 kursi dan berangkat setiap pukul 09.00 wita dari Jalan Inhutani, tepatnya di depan Sekretariat KNPI di Desa Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap. “Untuk pembelian dan keberangkatan langsung dilakukan di Jalan Inhutani tepatnya di Sekretariat KNPI KTT, antusiasme warga cukup tinggi pada beroperasinya bus damri ini pertama kalinya, keberangkatan pagi ini tepat sekali waktunya pada Pukul 09.00 dengan tarif cuma Rp100 ribu pertiketnya, harga ini cukup terjangkau dan bus damri siap mengantarkan penumpang sampai tujuan di Tanjung Selor tepatnya di Pasar Induk,” kata Kepala Seksi (Kasi) Dinas Perhubungan pada Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP), Erwin Sugara pada Kamis (31/1/2019) kemarin. Untuk perjalanan perdana bus damri ditangani Sucipto sebagai driver (supir) dan setiap harinya bus damri beroperasi 1 kali. Erwin menyebut bahwa ada kemungkinan bus ini sangat dibutuhkan dan diharapkan sejak lama oleh warga KTT karena rata-rata warga KTT terbiasa mengeluarkan biaya kurang dari Rp1 juta setiap kali bepergian ke Tanjung Selor dengan membayar mobil carteran dan biaya makan, menginap selama berada di Tanjung Selor. “Tapi hanya dengan membayar Rp100 ribu atau Rp200 ribu perjalanan pulang pergi (PP) tentu akan meringankan beban warga KTT yang sangat bergantung pada transportasi darat yang akan mengantarkan mereka ke Ibukota Provinsi Kaltara, sebab ada saja urusan administrasi yang masih diurus disana, biasanya karena tingginya biaya transportasi dan lainnya membuat warga biasanya akan membatalkan rencana mengurus administrasi disana tapi saya yakin setelah adanya bus damri ini aktivitas warga KTT kesana akan semakin aktif kedepannya,” sambungnya. Kendati telah mempermudah warga dengan harga murah dan layanan reguler pasti setiap harinya ini akan tetapi Erwin sangat berharap penyediaan angkot atau transportasi dari desa ke desa supaya warga yang ada di pedesaan dapat tercover dengan baik, sebab warga pedesaan membutuhkan waktu dan masih sulitnya kendaraan menuju pusat layanan bus damri tersebut. “Semoa dengan adanya layanan transportasi darat dari KTT ke Tanjung Selor ini akan meningkat dan benar-benar meringankan beban warga KTT untuk bepergian ke Ibukota Provinsi Kaltara nantinya, sekarang dipastikan dengan adanya bus ini yakinlah kepengurusan administrasi warga seperti pengurusan SIM dan yang lainnya nanti akan jauh lebih mudah dan murah,” harapnya. (*) Reporter : Hanifah Editor : Kaharuddin

BERITA TERKAIT

Berita terkait tidak ditemukan!

TERPOPULER

Koran Kaltara adalah media terbesar di Kalimantan Utara yang berkantor pusat di Tanjung Selor mengusung tagline "Cerdas untuk Pembaruan" senantiasa menghadirkan berita-berita yang informatif dan inspiratif.

Copyright © 2018-2026 Korankaltara.com