Hukum Kriminal

Buron Enam Bulan, AN Tertangkap di Rumah Mertua

AN bersama barang bukti satu unit mesin kapal tempel yang dicuri dari korbannya di Sungai Liu, Oktober lalu. (Foto : Istimewa)

TARAKAN, Koran Kaltara – Sempat buron sejak Oktober tahun lalu, AN terduga pelaku pencurian, dibekuk Unit Reskrim Polsek Kawasan Pelabuhan di rumah mertuanya, di RT. 12 Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Sebengkok, Senin (25/5/2020). Saat hendak diamankan, AN sempat berusaha melarikan diri hingga akhirnya sebutir timah panas bersarang di betis, kaki sebelah kanannya.

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Iptu Muhammad Aldy saat dikonfirmasi menerangkan, AN merupakan residivis kasus pencurian dan baru selesai menjalankan hukumannya di Lapas Tarakan tahun lalu. Baru beberapa bulan keluar penjara, AN kembali beraksi dan akhirnya tertangkap lagi untuk kasus pencurian dengan kekerasan di wilayah pertambakan.

“Kita berikan tindakan tegas dan terukur, karena pelaku hendak melarikan diri,” kata Aldy, ditemui Kamis (28/5/2020). Untuk diketahui, AN dilaporkan korbannya Oktober tahun lalu, setelah berhasil merampok korbannya di daerah Sungai Liu, Kabupaten Tana Tidung. Karena korban warga Tarakan, akhirnya melaporkan kasus ini ke Polsek Kawasan Pelabuhan di Tarakan.

Polisi sempat melakukan pencarian, setelah penyelidikan laporan polisi ini mengarah ke AN. Saat beraksi, AN pun tidak sendiri, melainkan bersama komplotannya, dua orang rekan lainnya. Dari pengakuan AN, pada Oktober lalu ini ia memang sudah merencanakan aksi pencuriannya dengan matang bersama dua orang temannya.

“Sebelum beraksi, ketiganya bahkan pesta narkotika dulu. Terus di area pertambakan di Sungai Liu, ketiganya mencegat speedboat yang melintas,” bebernya.

AN kemudian menodong korbannya menggunakan senjata api rakitan. Setelah korbannya menyerah, HP, speedboat maupun mesin dirampas dan korban disuruh melompat ke sungai. Dua pelaku lainnya, diakui Aldy masih dalam proses pengejaran.

“Kita juga menduga ada kasus pencurian lain yang melibatkan AN bersama komplotannya. Apalagi aksi pencurian yang dilakukan AN ini tragis sekali, setelah menodong korban, suruh korbannya melombat dan barang berharga diambil semua,” ungkap Aldy.

Dari AN, diamankan barang bukti mesin tempel 40 PK, sedangkan body speedboat yang dirampas dari korban ternyata sudah ditenggelamkan AN bersama temannya, untuk menghilangkan jejak. Proses pidana AN ini, disangkakan pasal 365 KUHP tentang melakukan pencurian dengan kekerasan. Ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara.

“Pengakuan AN, mesin memang tidak sempat dijual, dititipkan sama dua temannya, UD dan BL itu. Tapi waktu kita amankan, dalam penguasaan AN. Hasil penjualan jarahan lainnya, AN mengaku dapat jatah Rp3 juta. Sudah kita lakukan penahanan sejak tiga hari lalu,” tandasnya. (*)

Reporter: Sahida

Editor: Eddy Nugroho

 

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah