Tana Tidung

Bupati Target Listrik 24 jam di Seputuk dan Belayan Ari

Bupati KTT, Ibrahim Ali

TANA TIDUNG, Koran Kaltara- Bupati Kabupaten Tana Tidung (KTT), Ibrahim Ali akan memprioritaskan pelayanan listrik 24 jam di Desa Seputuk dan Desa Belayan Ari Kecamatan Muruk Rian. Sebab desa lainnya di kecamatan yang sama sudah lebih dulu menikmati setruman selama 24 jam sejak tahun 2018 lalu, sementara dua desa ini tertinggal.

“Dalam triwulan pertama kerja kami sebagai kepala daerah akan menuntaskan persoalan listrik di Desa Seputuk dan Desa Belayan Ari selama 24 jam penuh, sudah 13 tahun kedua desa di Kecamatan Muruk Rian ini tak merasakan menikmati penerangan dan kondisinya gelap gulita,” ujar dia, Rabu (3/3).

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan mendasar masyarakat akan listrik ini sudah masuk dalam program 100 hari kerjanya sebagai Bupati bersama Wakil Bupati (Wabup), Hendrik. Dia melihat berbagai kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat tersebut lantaran belum memiliki penerangan yang cukup. Selama ini masyarakat hanya mengandalkan menggunakan mesin genset sebagai mesin cadangan penerangan dan itupun tidak dapat digunakan maksimal.

“Doakan saja apa yang akan kami targetkan dan kerjakan dapat tercapai sesuai dengan perencanaannya kedepan, yang pasti pemenuhan kebutuhan mendasar seperti listrik akan menjadi atensi kami terutama dalam program 100 hari kerja kami,” tutur dia.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD, M.Yunus Yakau yang juga penduduk Desa Seputuk ini menyambut baik apa yang bakal dilakukan ole Bupati terpilih pada perhelatan pesta demokrasi 9 Desember 2020 lalu ini, Dia mengakui selama ini masyarakat di Desa Seputuk dan Belayan Ari seperti dianaktirikan dengan tidak adanya fasilitas penerangan di desa mereka.

“Saya apresiasi penerangan di Desa Seputuk dan Desa belayan Ari masuk dalam program 100 hari kerja beliau (Bupati, Red) mengingat selama ini hanya dua desa ini yang belum menikmati listrik sama sekali jadi kalau malam hari akan terasa sekali seperti benar-benar di desa yang terisolir dari desa lainnya sementara desa lainnya di Kecamatan Muruk Rian sudah menyala,” urai dia, Rabu (3/3) kepada Koran Kaltara.

Dia berharap masyarakat yang ada di dua desa tersebut dapat mendukung dan berdoa agar pemerintah dapat segera merealisasikannya tepat waktu, perasaan yang terabaikan selama 10 tahun dari kepemimpinan yang dulu semoga bisa terbayar dengan terpenuhinya kebutuhan mendasar masyarakat kelak.

“Selama 10 tahun dulu kami merasa diabaikan, semoga saja apa yang akan dikerjakan melalui program 100 hari kerja bupati akan dapat direalisasikan dan kami sebagai masyarakat yang belum menikmati layanan listrik patut bergembira dan berterima kasih kepada Bupati dan Wabup KTT,” harap dia.

Terpisah, salah satu warga Desa Seputuk, Yulus mengatakan bahwa masyarakat akan sangat berterima kasih sekali jika memang hal ini akan diwujudkan segera, masyarakat selama ini tanpa fasilitas listrik harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk membeli mesin genset dan biaya operasional membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) termasuk biaya perawatan.

“Kami masyarakat pasti akan mendukung dan mendoakan semoga listrik ditempat kami terelisasi, selama ini kami sudah capek harus membeli mesin genset yang harga bisa sampai Rp 3 jutaan belum termasuk beli BBM, untuk beli BBM sebulan kurang lebih Rp 1,5 juta, apalah kami ini hanya nelayan saja dan bensin itu tidak sampai semalaman, tidak bisa juga dipakai untuk menonton TV, kulkas karena daya mesin tidak kuat dan cukup untuk lampu saja, belum lagi karena gelap di malam hari kami biasanya tidur lebih awal dan tidak berani keluar rumah beraktivitas seperti masyarakat di kota, jadi bisa bayangkan bagaimana sulitnya kami tanpa listrik, kalau memang ini mau direalisasikan terus terang kami sudah tidak sabar,” pungkas dia. (*)

Reporter: Hanifah
Editor: Nurul Lamunsari

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah