Malinau

Bupati Malinau Terima Keluhan Nelayan di Atas Kapal

Nelayan Malinau berdialog secara langsung dengan Bupati Wempi W Mawa dan Wakil Bupati Malinau Jakaria di atas kapal. (foto: Sollaimansyah)

MALINAU, Koran Kaltara – Sebanyak 11 kelompok nelayan beranggotakan 213 orang menyampaikan aspirasinya ke Bupati Malinau Wempi W Mawa dan Wakil Bupati Malinau Jakaria di Perairan Sungai Sesayap, Rabu (9/6/2021) siang.

Salah seorang koordinator kelompok nelayan Hasan mengaku banyak hal yang disampaikan ke Bupati Maliau saat bertatap muka secara langsung. Salah satunya, masih ditemukan tangkap ikan menggunakan racun dan menyetrum. “Ini menjadi keluhan kami selama melakukan aktivitas di sungai,” kata Hasan.

Hasan berharap pemerintah daerah dapat memperketat pengawasan. “Sehingga ada ketegasan dan solusinya seperti apa,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan kelompok nelayan Seluwing Maju, Ahmad Iskandar.  “Selama ini kami juga dilibatkan dalam pengawasan, tetapi kami belum memiliki badan hukum. Kalau kita ingin menangkap oknum yang menyetrum dan meracun, khawatirnya kita melanggar hukum,” ungkapnya.

Sementara itu, dengan bertatap muka secara langsung di tempat para nelayan beraktivitas, Bupati Malinau Wempi ingin mengetahui aspirasi yang disampaikan mereka. “Paling penting itu, saya ingin melihat kelompok nelayan yang beranggotakan 200-an lebih aktif,” katanya.

Menurut dia, ada beberapa aspirasi yang disampaikan nelayan, mulai kebutuhan alat tangkap, mesin dan perahu serta lainnya.

“Apa yang disampaikan tadi akan menjadi catatan dinas teknis, agar dapat diakomodir nantinya,” jelasnya.

Wempi mengatakan, 11 kelompok nelayan secara tegas menolak cara menangkap ikan dengan menyetrum dan meracun.

“Sudah kita dengarkan bersama-sama, mereka menolak cara-cara meracun dan menyetrum,” katanya.
Menurut dia, kesadaran dan kepedulian para nelayan terhadap lingkungan cukup tinggi. Apalagi, para nelayan ini sering beraktivitas di Sungai Sesayap.

“Kita bersama-sama tidak setuju apabila ada oknum menggunakan dengan cara-cara tidak benar. Kita akan menegakkan hukum, jika ada yang melanggar, maka akan diproses,” tegasnya.

Wempi mengatakan, pemerintah daerah sudah mengajak para nelayan untuk bersama-sama melakukan pengawasan. Apalagi, sungai ini merupakan sumber pencarian para nelayan.

“Memang pengawasan ada di provinsi, tapi aspirasi yang disampaikan tadi sudah kita catat dan akan ditindaklanjuti,” katanya.  (*)

Reporter: Sollaimansyah
Editor: Sobirin