Nunukan

Bupati Ancam Pecat Honorer Terlibat Narkoba

Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid
NUNUKAN, Koran Kaltara - Maraknya pemecatan Aparatur Sipil Negera (ASN) di lingkup Pemda Nunukan dalam tahun ini, membuat Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid angkat bicara. Laura menegaskan, tidak ada ampun bagi ASN yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkoba. Apalagi masih berstatus tenaga honorer, karena paling mudah dilakukan pemecatan tidak hormat. "Yang terbukti akan langsung kami keluarkan.…

NUNUKAN, Koran Kaltara – Maraknya pemecatan Aparatur Sipil Negera (ASN) di lingkup Pemda Nunukan dalam tahun ini, membuat Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid angkat bicara.

Laura menegaskan, tidak ada ampun bagi ASN yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkoba. Apalagi masih berstatus tenaga honorer, karena paling mudah dilakukan pemecatan tidak hormat.

“Yang terbukti akan langsung kami keluarkan. Apalagi masih honorer gampang sekali langsung pecat,” tegasnya kepada Koran Kaltara, Minggu (23/12/2018).

Saat ini, kata dia,  ada beberapa ASN yang diduga terindikasi narkoba. Namun pihaknya belum bisa membeberkan, karena masih menunggu hasilnya.

“Nanti kita akan rapat. Kita akan lakukan rehabilitasi. Memang mereka sudah ada melapor ke saya. Ya, nanti rapatkan lagi,” tambahnya.

Dia membenarkan wacana melakukan tes urine bagi tenaga honorer di lingkup Pemkab Nunukan. “Ya, memang. Tapi nanti kita lihat dulu seperti apa karena masih kita bahas lagi. Artinya kalau honorer tidak ada ampun lagi karena sudah melanggar peraturan,” ungkapnya.

Dia menegaskan, sebagai ASN sudah sepatutnya memberikan contoh yang baik dan memberikan pelayanan penuh bagi masyarakat. Bukan sebaliknya, memberikan contoh buruk di masyarakat.

Sebab,  sebelum diangkat menjadi seorang pejabat, seorang ASN sudah diambil sumpah dan janjinya dan tetap mengabdi untuk negara.

Diketahui, tahun ini pemecatan ASN kembali meningkat dari tahun sebelumnya. Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan dan Pengembangan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Nunukan, Hamseng mengatakan, dalam bulan ini sudah ada tiga PNS yang dipecat. Mereka divonis bersalah atas penggunaan narkoba di pengadilan.  (*)

Reporter: Asrin

Editor: Sobirin

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 24 Desember 2018