Headline

Bunyu Dapat Kompensasi Rp1,1 Miliar dari Pertamina

Bupati Bulungan Sudjati, saat menghadiri kegiatan pertamina EP Bunyu. Target didorong hingga 9.000 barel. (Foto : Nurjannah/ Koran Kaltara)
TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pengeboran minyak di area Bunyu Sentral Tapa (BCT)-12 oleh Pertamina EP Bunyu diharapkan memberikan kontribusi bagi penduduk setempat. Apabila hasil produksi meningkat, maka masyarakat akan mendapatkan bantuan dari Pertamina sebagai bentuk kompensasi sosial. Bupati Bulungan, Sudjati menyampaikan, hasil dari pengeboran minyak di sumur BCT-12, tentunya dapat dirasakan masyarakat Bunyu, khususnya…

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Pengeboran minyak di area Bunyu Sentral Tapa (BCT)-12 oleh Pertamina EP Bunyu diharapkan memberikan kontribusi bagi penduduk setempat. Apabila hasil produksi meningkat, maka masyarakat akan mendapatkan bantuan dari Pertamina sebagai bentuk kompensasi sosial.

Bupati Bulungan, Sudjati menyampaikan, hasil dari pengeboran minyak di sumur BCT-12, tentunya dapat dirasakan masyarakat Bunyu, khususnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Bulungan menyambut baik upaya yang dilakukan Pertamina EP untuk mendukung ketersediaan energi bagi Negara Indonesia. Semoga ke depannya bisa meningkatkan produksi, dari 6.000 barel bisa sampai 8.000 hingga 9.000 barel per hari (BOPD),” ujarnya saat syukuran atas keberhasilan tajak sumur minyak dan gas (migas) di area  BCT-12 di Desa Bunyu Timur, Kecamatan Bunyu, Kamis (13/12/2018).

Diketahui, pengembangan Pertamina cukup meningkat. Di sisi lain, pihaknya juga diyakini turut berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Kali ini setidaknya Pertamina menggelontorkan anggaran sekira Rp1,1 miliar untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,  khususnya Bunyu.

Dana itu di antaranya untuk bantuan ambulans laut sebesar Rp120 juta dan bantuan semenisasi jalan poros sebesar Rp1 miliar. Selain itu juga ada santunan kepada anak yatim dan dhuafa sebesar Rp25 juta.

Sementara itu, General Manager (GM) PT Pertamina EP Bunyu, Joko Soesono menyatakan, keberhasilan tajak sumur BCT-12, juga tak lepas dari dukungan masyarakat setempat, Pemerintah Kecamatan Bunyu, Desa Bunyu Timur, TNI dan Polri.

Pengembangan lapangan minyak dan gas di area BCT pertama kali dilaksanakan pemboran eksplorasi BT-01 pada tahun 1975 dan baru di akhir 2018 ini dilanjutkan kembali.

“Syukuran ini kami selenggarakan atas keberhasilan melakukan pengeboran yang berjalan lancar dan tidak mengalami hambatan. Pengeboran ini sebagai upaya meningkatkan produksi migas karena kebutuhan migas di Indonesia menunjukkan peningkatan, sedangkan migas sebagai sumber daya yang tak terbarukan jumlahnya semakin terbatas,” tandasnya. (*)

Reporter: Nurjannah

Editor: Nurul Lamunsari

Artikel ini juga terbit di versi cetak Koran Kaltara edisi 15 Desember 2018