Tarakan

BPOM Dapati 1.740 Kosmetik Ilegal Masih Beredar

Kepala BPOM Tarakan, Harianto Baan menunjukkan barang bukti kosmetik ilegal yang diamankan. (Foto: Sahida)

TARAKAN, Koran Kaltara – Dua pekan melakukan penjaringan di Kota Tarakan dan Kabupaten Malinau, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Tarakan menemukan sebanyak 1.740 pieces kosmetik tanpa izin edar dan mengandung bahan berbahaya.

Ribuan kosmetik ini ditemukan di berbagai tempat, mulai dari salon dan e- commerce, penjualan baju, rumah tangga.

Dari pemeriksaan yang dilakukan BPOM terhadap 8 sarana, 7 di antaranya tidak memenuhi ketentuan.

“Penertiban ini kami lakukan terus menerus. Ini menjadi catatan bagi kami untuk semakin mengintensifkan pengawasan kosmetik ini,” kata Kepala BPOM Tarakan, Harianto Baan, Kamis (4/8/2022).

Dari jumlah kosmetik tanpa izin edar ini, di antaranya cream wajah, lipcream, lipbalm, pelembab, handbody, mascara, alis, lulur dan lain sebagainya.

Sebanyak 130 jenis berasal dari dalam negeri, kemudian 177 jenis dari luar negeri.

Sementara keseluruhan total kosmetik yang sudah disita ini, memiliki nilai ekonomi hingga mencapai Rp55.198.000.

Sebenarnya tidak hanya nilainya yang tinggi, tetapi akibat yang ditimbulkan jika mengonsumsi produk ilegal ini juga sangat rawan bagi kulit.

“Angka ini tidak sebanding dengan kerugian negara akibat tidak membayar pajak dan kerugian berupa kerusakan kulit. Ini cukup besar nilainya, apalagi paling banyak kami temukan di Tarakan. Produknya ada yang lokal, ada yang impor dari luar negeri, baik dari Malaysia, Thailand, China dan lainnya,” ungkapnya.

Dalam setiap penindakan yang dilakukan, bagi pedagang yang tetap nekat melakukan penjualan, sebenarnya sudah diberikan peringatan mulai dari kategori ringan hingga peringatan keras.

Bahkan, jika sudah melanggar dan diberikan peringatan namun tetap melebihi batas waktu yang ditentukan, pihaknya sudah memastikan akan melaporkan kepada unsur penindakan.

Namun, dari pengungkapan yang baru dilakukan ini, ia katakan lokasinya berbeda dari sebelumnya.

Pihaknya sudah melakukan pemusnahan, selain memberikan teguran administratif.

“Nanti bisa juga kita arahkan ke penindakan dan proses sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya.

Masyarakat juga diminta agar lebih berhati-hati sebelum membeli kosmetik, terutama yang dibeli secara online.

Harus memastikan kosmetik yang dibeli memiliki izin edar, tanggal kedaluwarsa dan label dan kemasan.

“Masyarakat jangan terkecoh harga mahal atau murah, ada yang mahal tapi belum terdaftar dan itu kami dapatkan. Seperti hydroquinone yang seharusnya tidak boleh berada di kosmetik. Kan kulit kita ada lapisan, akhirnya kulit iritasi, ya berjerawat. Kemudian ada juga yang mengandung merkuri,” ungkapnya. (*)

Reporter: Sahida
Editor: Rifat Munisa

About the author

Koran Kaltara

Add Comment

Click here to post a comment