Bulungan

BPBD Segara Susun Kajian Resiko Bencana Daerah

Longsor yang belum lama terjadi di Bulungan. (Foto : Dok/Koran Kaltara)

TANJUNG SELOR, Koran Kaltara – Belakangan bencana banjir hingga tanah longsor kerap melanda sejumlah wilayah di Bulungan. Meski telah melakukan pencegahan, saat ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bulungan, bersama BPBD Kaltara berencana menyusun kajian risiko bencana.

Kepala Pelaksana BPBD Bulungan Ali Fatokah menyampaikan, sesuai rencana tahun ini BPBD Kaltara akan membantu BPBD Bulungan untuk menyusun kajian risiko bencana. Setelah kajian dilakukan, tahap selanjutnya BPBD akan memetakan daerah  rawan  bencana, untuk selanjutnya menyusun rencana penanggulangan bencana.

“Kalau rencana penanggulangan bencana sudah dilakukan. Selanjutnya, menyusun rencana  kontijensi, ya semoga itu segera bisa dilakukan,” kata Ali Patokah, Senin (22/2/2021).

Selain menyusun kajian potensi bencana, BPBD kini juga tetqp konsentrasi turut menangani kondisi pandemi covid-19 yang saat ini masih terjadi. Untuk rencana kontijensi Covid-19, kata Ali, hal itu sudah dilakukan sebelum ditetapkan pandemi. “Hal itu dilakukan sesuai arahan BPBD Kaltara, Bulungan sudah menyusun kontinjensi Covid-19 sejak Februari 2020. Sebelum ada Covid-19,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kaltara Andi Santiaji Pananrangi saat dikonfirmasi membenarkan tahun ini kajian risiko bencana di wilayah Bulungan akan dilakukan.

“Iya, rencananya tahun ini kajian risiko bencana akan dilakukan. Kajian itu akan dilakukan dengan menggandeng Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar. Insya Allah, secepatnya kajian akan dilakukan,” kata dia.

Andi menilai, kajian risiko bencana ini sangat diperlukan dalam berbagai aspek. Bukan hanya daerah rawan bencana, termasuk dalam rangka penempatan usaha maupun bangunan semua harus melalui kajian.

“Berbagai aspek bisa dilakukan kajian, baik perusahaan perkebunan, pertambangan dan kehutanan. Termsuk perhotelan semua memerlukan adanya kajian. Khusus untuk di wilayah Bulungan ada beberapa bencana yang rawan terjadi. Salah satunya bencana banjir, tanah longsor, gempa bumi. Kalau banjir. Biasanya setiap tahun terjadi,” ungkapnya.

Kajian tersebut, ditegaskannya, juga sebagai sarana mengurangi dampak dari bencana. Meski begitu, jikapun nantinya sudah ada kajian mayarakat tetap diminta untuk selalu waspada. Apalagi kondisi cuaca sekarang ini tidak menentu. (*)

Reporter: Nurjannah
Editor: Eddy Nugroho

Mari Bersama Cegah Penyebaran Covid-19:

  • Jaga kebersihan badan dan lingkungan
  • Sering cuci tangan dengan sabun
  • Tetap di rumah jika tak ada keperluan mendesak
  • Gunakan masker apabila terpaksa keluar rumah
  • Jaga jarak dan hindari kerumunan
  • Patuhi imbauan pemerintah